Strategi Pertamina Dorong UMKM Batik Tembus Pasar Turki hingga Afrika

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 16:50 WIB
batik Apikmen
Foto: pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya agar naik kelas. Apalagi terkait usaha yang menyangkut kelestarian budaya Indonesia, perseroan siap mendukung penuh agar pelaku usaha mikro tersebut dapat menembus pasar global.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan melalui program kemitraan, pihaknya ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi.

"Pertamina senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) terutama di point 8 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi langkah bisnis yang dijalani Agus Tri Santosa, salah satu mitra binaan Pertamina sekaligus pemilik usaha fashion batik Apikmen. Menurutnya, usahanya patut dilestarikan.

"Batik menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia yang harus kita jaga bersama dengan cara mendukung para perajinnya agar tetap sejahtera," terangnya.

Diketahui, dalam proses produksi Apikmen, Agus menggandeng lebih dari 15 perajin dari berbagai kota. Mengusung tagline etnik, seje (berbeda dalam bahasa Indonesia), dan gaya, Apikmen tak pernah absen dari gelaran Indonesia Fashion Week sejak 2012 sampai 2016.

"Selain busana, Apikmen memiliki beragam produk seperti sajadah, topi, dan tas souvenir. Keunggulan Apikmen dinilai terletak pada desain tak biasa dan perpaduan warna," imbuh Agus.

Tak sampai di sana, Apikmen juga berkesempatan serta dalam berbagai pameran busana etnik di luar negeri, seperti Turki, Afrika Selatan, Jepang, hingga Rusia. Agus memaparkan sebelum berangkat pameran pihaknya melakukan riset terlebih dahulu untuk menyesuaikan produk dengan selera negara tujuan.

"Dengan begitu, dia bisa menyesuaikan selera warna ataupun motif yang disukai di negara tersebut. Sehingga produknya akan banyak diminati karena memadukan budaya khas Indonesia dan etnik lokal negara tujuan," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan usahanya dibantu oleh delapan karyawan. Dalam hal pemasaran, Apikmen memiliki sebuah gerai di Stasiun MRT Fatmawati dan memanfaatkan media sosial @apikmenbyats serta beberapa marketplace Apikmen untuk menggaet banyak pelanggan.

Kini, produknya sudah dipasarkan hampir di seluruh wilayah Indonesia ditambah negeri jiran Malaysia. Apikmen juga bisa meraup omzet sampai Rp 40 juta per bulan.



Simak Video "Dikerjakan Secara Tradisional, Begini Proses Pembuatan Batik Pekalongan "
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)

Tag Terpopuler