Harap-harap Cemas, Pegawai Ritel Dapat THR Tahun Ini?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 13:01 WIB
supermarket cashier wearing mask on a supermarket on Aclimação neighborhood in São Paulo city during coronavirus quarantine.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Produced by Marco Toresin
Jakarta -

Pengusaha ritel yang tergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengaku kesulitan membayar tunjangan hari raya (THR) kepada pegawainya. Mereka masih putar otak agar kewajiban tersebut dapat dipenuhi.

"Kalau tanya, jujur ya sulit sih tapi kami berusaha mencari solusi supaya perusahaan tetap bertahan, tetap bisa melewati tahun ini, ya itu biasanya perusahaan masing-masing bernegosiasi lah dengan para karyawannya," kata Ketua Umum Hippindo Budihardjo saat dihubungi detikcom, Kamis (6/5/2021).

Dia menjelaskan, kondisi masing-masing perusahaan ritel berbeda, yang mampu tentu langsung melunasi kewajiban membayar THR, sedangkan yang kurang mampu melakukan negosiasi dengan pegawainya.

"Sektor ritel adalah sektor paling parah, terpukul, itu yang bisa saya berikan informasi, sampai dengan tahun ini belum juga ada sinyal-sinyal perbaikan secara cepat. Jadi dari tahun lalu juga sangat terpukul, tahun ini masih perlahan-lahan mulai membenahi," ujarnya.

Perusahaan ritel yang belum bisa membayar THR hingga H-7 Lebaran ini masih berupaya agar bisa membayarnya selambat-lambatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Budihardjo menerangkan bisnis ritel saat ini sedang berusaha meningkatkan penjualan sebanyak mungkin, yang mana dari dana penjualan itu bisa dipakai untuk membayar THR.

"Itu yang saya rasa semua ritel sekarang lagi menggenjot omzet supaya salah satunya untuk dapat melunasi atau membayar THR itu," tambahnya.

(toy/ara)