Top! Ekspor Minuman RI ke Malaysia Meroket 80%

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 13:02 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/9/2012). Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Bank mengatakan perekonomian dunia akan mengalami kenaikan pada level 3,2%. Pertumbuhan tersebut akan berdampak pada impor dan ekspor Indonesia pada tahun 2013.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Nilai ekspor produk minuman termasuk minuman energi ke Malaysia mengalami kenaikan selama tahun 2020 dan awal tahun 2021. Pada Januari-Februari 2021, ekspor minuman Indonesia ke Malaysia mencapai US$ 939 ribu atau meningkat hampir 80% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sedangkan pada 2020, nilai ekspor produk minuman mencapai USD 3,81 juta atau meningkat 6,17 persen dibandingkan tahun 2019.

"Di era pandemi, permintaan minuman justru mengalami peningkatan. Konsumsi masyarakat Malaysia terhadap produk minuman Indonesia sangat tinggi terutama tahun 2020. Padahal Malaysia menerapkan pembatasan pergerakan secara ketat selama pandemi," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dalam keterangannya, Kamis (6/5/2021).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan, peluang ekspor produk minuman Indonesia ke Malaysia masih terbuka lebar. Salah satunya dengan adanya penandatanganan kerja sama sponsorship antara Kalbe Malaysia Sdn Bhd dengan Fotball Association of Malaysia (FAM) yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu (5/5).

"Dengan kerja sama ini, Kalbe Farma akan memberikan minuman berenergi ternama dari Indonesia sebagai bentuk sponsorship dalam penyelenggaraan liga amatir yang berada di bawah tanggung jawab FAM," imbuh Hermono.

Menurut Atase Perdagangan Kuala Lumpur Deden Muhammad, sponsorship ini sangat baik dilakukan sebagai bentuk promosi dalam mengenalkan produk Indonesia kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk diaspora yang berada di Malaysia.

"Kerja sama sponsorship ini merupakan langkah penting dalam memanfaatkan peluang tersebut. Melalui kerja sama sponsorship ini, diharapkan dapat mendorong ekspor produk minuman Indonesia ke Malaysia," kata Deden.

Sementara itu, Consumer Head Kalbe Malaysia Asep Dasuki menyampaikan, kerja sama Kalbe dan FAM merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mendorong eskpor produk minuman energi di pasar Malaysia.

"Selain kesempatan untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui sepak bola, kerja sama Kalbe dengan FAM merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan ekspor produk minuman energi. Pada 2020, nilai ekspor minuman energi dari kalbe meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2019. Peningkatan tersebut cukup baik di tengah kondisi pandemi saat ini," tutup Asep.

Pada periode bulan Januari-Februari 2021, nilai ekspor Indonesia ke Malaysia mencapai US$ 1,491 miliar atau meningkat 32,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sedangkan impor Indonesia dari Malaysia tercatat sebesar US$ 909,36 juta. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 581,64 juta.

(fdl/fdl)