Kilas Balik TKA China di RI: Proyek Kereta Cepat hingga Luhut Buka Suara

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2021 12:45 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Kedatangan Warga Negara (WN) China ke Indonesia bikin heboh di tengah larangan mudik Lebaran. Terbaru, ada 46 WN China yang masuk ke Indonesia.

Kedatangan WN China disebut untuk bekerja di Proyek Strategis Nasional (PSN) dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

"Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata," ujar Jhoni dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021) kemarin.

WN China yang datang ke Indonesia wajib melakukan karantina selama 5 hari. Setelah itu mereka juga harus diuji PCR dengan hasil negatif sebelum bisa keluar dari karantina.

"Menjalani karantina selama 5 hari dan dua kali PCR negatif baru bisa selesai karantina," ucap juru bicara Kementerian Kesehatan, Nadia Wiweko, Sabtu (8/5/2021).

Kehadiran WN China dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) bukan hal baru. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada Juli 2020 lalu mengatakan ada 2.000 TKA China di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Ada 2 ribu (pekerja China) sementara tenaga kerja kita ada 10 ribu. Totalnya 12 ribu, 10 ribu dari tenaga kerja Indonesia, kemudian 2 ribunya dari tenaga kerja China, TKA dari China," kita dia saat berkunjung ke lokasi proyek di kawasan Halim, Jakarta Timur, Senin (27/7/2020).

Dia memastikan bahwa TKA China di proyek tersebut merupakan tenaga kerja dengan skill atau keterampilan tinggi.

"Meskipun di lapangan itu membutuhkan keahlian tertentu. Ini kan proyek baru yang pertama kali dikerjakan di Indonesia. Meskipun itu pekerjaan lapangan tapi itu membutuhkan keahlian tertentu. Ini adalah proyek baru. Kereta cepat ini belum pernah dilakukan (dibangun di Indonesia)," sebutnya.

Ida juga memastikan bahwa begitu transfer of knowledge atau transfer pengetahuan telah dilakukan, artinya sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah memiliki keahlian mengoperasikan kereta cepat maka pekerja China akan kembali ke negaranya.

"Memang karena semuanya manual book, semua peralatannya direction-nya itu dari China, memang kehadiran TKA China di sini dibutuhkan. Tapi harus sekali lagi tahapan transfer of knowledge-nya, setelah proyek berjalan, terjadi transfer of knowledge maka mereka akan kembali ke negaranya," ujar Ida.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah buka suara. Cek halaman berikutnya.