Kadin Sebut Biaya Vaksin Gotong Royong Rp 1 Juta/Orang, Pengusaha Kuat Bayar?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 09 Mei 2021 18:30 WIB
Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Biaya penyuntikan vaksinasi Gotong Royong harganya sebesar Rp 1 juta per orang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani.

Rosan mengatakan biaya tersebut digunakan untuk dua dosis penyuntikan vaksin, lengkap dengan fasilitas kesehatannya. Dia menyebutkan harga yang dipatok Rp 1 juta sudah disetujui para pengusaha.

Dia menegaskan para pengusaha mengaku tidak keberatan dengan harga vaksinasi sebesar Rp 1 juta per orang. Angka tersebut masih berada dalam jangkauan pengusaha.

Dari survei yang dilakukan Kadin, Rosan menjelaskan ada 78% pengusaha yang mampu membayar biaya vaksinasi sebesar Rp 1 juta ataupun di bawahnya.

"Kalau harganya di kisaran Rp 1 juta dan di bawahnya, pengusaha masih oke, untuk dua kali suntik ya. Kita sudah survei nggak memberatkan," ungkap Rosan.

Rosan juga mengatakan, pengusaha tak ada rencana untuk meminta subsidi harga vaksin atau fasilitasi vaksinasi kepada pemerintah.

"Nggak sih ya (minta subsidi), kita tahu ini memang sulit. Kami nggak ada rencana minta subsidi ke pemerintah," ungkap Rosan.

Rosan juga mengatakan, sebetulnya pengusaha masih bisa mendapatkan harga lebih murah untuk biaya vaksinasi gotong royong. Syaratnya, perusahaan harus punya fasilitas kesehatan yang mumpuni dan memenuhi standar Kementerian Kesehatan.

Bila normalnya per orang harganya Rp 1 juta, bila punya fasilitas kesehatan sendiri perusahaan hanya perlu membayar Rp 750 ribu per orang untuk dua kali dosis penyuntikan.

"Tapi, apabila perusahaannya itu sudah punya fasilitas kesehatan sendiri punya rumah sakit sendiri yang memenuhi standar Kemenkes, itu silakan mengadakan vaksinasi sendiri. Harganya lebih murah tidak Rp 1 juta, tapi Rp 750 ribu per orang," ungkap Rosan.

(hal/zlf)