Inga-inga! Ini Peraturan Mudik 2021 Terbaru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Mei 2021 15:19 WIB
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari. Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.
Foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik tahun ini dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Dalam peraturan mudik 2021 terbaru, pemerintah menegaskan untuk melarang semua operasi transportasi untuk kepentingan mudik.

Para petugas baik dari unsur Kepolisian, TNI, Dishub, dan unsur terkait lainnya telah diterjunkan di titik-titik penyekatan untuk melaksanakan peraturan mudik 2021 terbaru.

"Pada masa peniadaan mudik tersebut, semua pengoperasian transportasi untuk kepentingan mudik akan dilarang," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangannya dikutip Selasa (11/5/2021).

Masyarakat yang nekat mudik sebaiknya memperhatikan peraturan mudik 2021 terbaru. Berikut rinciannya:

A. Angkutan Darat

1. Yang dilarang selama mudik lebaran 2021, kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang.

2. Kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

3. Kereta api

Kereta api antar kota akan ditiadakan. Kalau untuk angkutan perkotaan tetap berjalan tapi akan ada pembatasan frekuensi dan jam operasional.

B. Angkutan Laut

Dirjen Perhubungan Laut, Agus H Purnomo, mengatakan hampir seluruh angkutan laut tidak diizinkan selama larangan mudik lebaran 2021 berlaku. Imbauan untuk pekerja migran agar tidak datang ke Indonesia. Kalau darurat, disiapkan fasilitas khusus termasuk bila ada penggantian ABK kapal.

C. Peraturan mudik 2021 terbaru Angkutan Udara

Penerbangan yang dilarang selama larangan mudik Lebaran 2021 adalah:

1. Angkutan udara niaga dan angkutan udara bukan niaga

2. Badan usaha udara. Jika mendesak dapat menggunakan izin rute eksisting atau menggunakan mengajukan flight approval (FA).

Meski larangan mudik berlaku, tak semua moda transportasi akan dilarang untuk beroperasi. Masih ada moda transportasi yang beroperasi untuk melayani kegiatan yang dikecualikan. Kepentingan non mudik yang dimaksud dalam aturan itu adalah sebagai berikut:

1. Bekerja atau perjalanan dinas
2. Kunjungan keluarga sakit
3. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
4. Ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga
5. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang
6. Pelayanan kesehatan darurat
7. Kepentingan non mudik tertentu lainnya. Kepentingan nonmudik tertentu lainnya ini harus dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, mengatakan selain 7 kepentingan khusus tadi, angkutan logistik dan barang-barang pokok akan tetap berjalan seperti biasa tanpa ada larangan. Adita juga mengatakan transportasi akan tetap beroperasi secara terbatas melayani delapan kawasan aglomerasi. Dalam hal ini dia menegaskan layanan transportasi dilakukan untuk aktivitas keseharian masyarakat bukan untuk mudik lokal.

Adapun 8 wilayah aglomerasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Medan, Binjai, Deli, Serdang, dan Karo (Mebidangro)
2. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek)
3. Bandung Raya
4. Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur)
5. Yogyakarta Raya
6. Solo Raya
7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila)
8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros (Maminasata)

Masyarakat diimbau tidak mudik dan mengikuti peraturan mudik 2021 terbaru. Hal ini sebagai bagian untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

Simak juga 'Hingga Hari Ini, Kendaraan yang Diputar Balik di GT Cikabar 3 Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)

Tag Terpopuler