Sejarah! Alibaba Untuk Pertama Kalinya Rugi Sejak Go Public 2014

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 14 Mei 2021 13:45 WIB
Fitur Pengenal Wajah Uighur Alibaba Tuai Kontroversi
Foto: DW (News)
Jakarta -

Perusahaan e-commerce milik Jack Ma, Alibaba mengumumkan kerugian operasional kuartalan pertamanya sejak go public pada 2014. Kerugian tersebut karena dikenakan denda anti-monopoli oleh regulator di negaranya.

Tak main-main, denda yang harus dibayar Alibaba sebesar US$ 2,8 miliar. Denda tersebut menyebabkan kerugian operasional sebesar 7,66 miliar yuan atau US$ 1,19 miliar pada kuartal keempat yang berakhir pada 31 Maret. Nilai kerugian tersebut setara Rp 17,25 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

"Keputusan penalti memotivasi kami untuk merefleksikan hubungan antara platform ekonomi dan masyarakat, serta tanggung jawab dan komitmen sosial kami," kata Kepala Eksekutif Daniel Zhang dilansir detikcom dari Reuters, Jumat (14/5/2021).

Alibaba memperkirakan pendapatan tahunan sebesar 930 miliar yuan (US$ 144,12 miliar) untuk tahun yang berakhir Maret 2022, di atas ekspektasi 928,25 miliar yuan.

Pendapatan perdagangan inti naik 72% menjadi 161,37 miliar yuan pada kuartal keempat. Tetapi pertumbuhan pada unit komputasi awannya melambat menjadi 37% menjadi 16,8 miliar yuan dari 58% tahun sebelumnya, terlemah sejak 2016.

Pendapatan keseluruhan naik menjadi 187,4 miliar yuan pada kuartal keempat, melampaui perkiraan Refinitiv sebesar 180,41 miliar yuan.

Saham Alibaba yang terdaftar di AS telah jatuh lebih dari 30% sejak mencapai rekor tertinggi pada akhir Oktober ketika Jack Ma menyampaikan pidato di Shanghai yang mengkritik regulator keuangan China.

Kepala investasi di Adamas Asset Management yang berbasis di Hong Kong, Brock Silvers menilai harga saham yang turun mencerminkan kecemasan investor atas regulasi.

"Perusahaan telah menghadapi gelombang risiko regulasi yang berbahaya yang sekarang mengancam seluruh sektor teknologi," tambahnya.

(toy/eds)

Tag Terpopuler