Sederet Ramalan Jakarta Jadi Kota Paling Cepat Tenggelam

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Mei 2021 16:28 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo berbicara mengenai Air Asia QZ8501 di Jakarta, Minggu (11/1/2015). Indroyono dan tim dari GeoSurvei BPPT berbicara seputar kotak hitam atau black box Air Asia yang sudah ditemukan. Pada Sabtu siang, 10 Januari 2015, tim Badan SAR Nasional berhasil mengangkat ekor Air Asia QZ8501 yang tenggelam di perairan Selat Karimata.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

DKI Jakarta kembali diramal sebagai kota yang paling rentang terhadap risiko lingkungan. Saking rentannya, ibu kota Indonesia ini menduduki urutan nomor satu sebagai kota yang paling cepat tenggelam.

Berdasarkan hasil laporan Konsultan risiko Verisk Maplecroft, seperti dikutip dari Time, Jumat (14/5/2021), dari 100 kota di dunia sebanyak 99 diantaranya berada di Asia, sementara Eropa menjadi rumah bagi 14 dari 20 kota teraman.

DKI Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota yang paling berisiko cepat tenggelam akibat naiknya permukaan laut dan penurunan tanah yang disebabkan menipisnya akuifer alami di bawah kota karena seringnya pengambilan air tanah yang sampai saat ini masih terjadi.

Ditambah dengan banjir yang sering melanda, kota metropolitan tersebut diperkirakan akan tenggelam pada 2050. Namun, ramalan soal DKI Jakarta tenggelam pun bukan kali pertama, sebelumnya pun beberapa pihak sudah merilisnya.

Berdasarkan catatan detikcom, ada yang menyebut Jakarta mulai tenggelam di 2020, lalu ada yang menyebut di tahun 2030, dan ada pula yang menyebut tahun 2050.

Tahun 2020

Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi menjelaskan, permukaan tanah Jakarta setiap tahunnya turun 2 cm sampai dengan 20 cm. Sementara rata-rata penurunannya mencapai 7,5 cm setiap tahunnya.

Atas perhitungan tersebut diperkirakan pada 2020 sekitar 90% wilayah Jakarta bisa terendam banjir.

"Itu karena rob atau banjir dari air laut karena penurunan permukaan tanah. Pada 1990 12% dari Jakarta itu menderita banjir. Kita ramalkan 2020 90% akan tenggelam apabila tidak ada penanganan," tuturnya di Cilincing, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Selanjutnya
Halaman
1 2

Tag Terpopuler