Impor Tekstil dari Cina ke Indonesia Melonjak 800 Persen!
Sabtu, 11 Mar 2006 12:19 WIB
Jakarta -
Indonesia kini dibanjiri produk-produk tekstil dari Cina. Bayangkan, selama periode Januari hingga November 2005, impor tekstil dari Cina melonjak hingga 800 persen. Dari angka semula US$ 1 juta, impor untuk produk pakaian bukan rajutan seperti t-shirt dan pakaian dalam melonjak menjadi US$ 9 juta. Hal tersebut diungkapkan Mendag Mari Elka Pangestu usai diskusi dengan tema 'Bersaing dengan Cina' di Marios Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/3/2006).Mari menjelaskan, banjirnya produk tekstil dari Cina itu terjadi karena Cina semula tidak mengantisipasi bakal ada kuota produk tekstil dari AS dan Eropa. Dan ketika AS dan Eropa menerapkan kuota, Cina pun kewalahan akibat melimpahnya produk. Dan Indonesia lah yang ketiban produk-produk itu.Untuk itu, Mari mengaku pihaknya akan melakukan investigasi terkait adanya kerugian atau tidak akibat maraknya impor Cina itu. Jika terbukti menimbulkan kerugian, maka pemerintah akan segera menerapkan safeguard.Sebelumnya, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) telah meminta agar tekstil Cina kena safeguard. Namun menurut Mari, sebelum diterapkan safeguard maka pihaknya akan melakukan pendekatan terlebih dahulu terutama dengan Mendag Cina."Saya akan kirim surat ke Mendag Cina untuk mencari waktu yang cocok bertemu. Isinya concern Indonesia atas lonjakan impor tekstil dari Cina, apakah ada yang bisa dilakukan bersama untuk membatasinya," ujar Mari.Menurut Mari, hal itu adalah hal normal yang dlakukan semua negara secara bilateral jika ada masalah.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































