Sampaikan Selamat Lebaran, Tjahjo Singgung Larangan ASN Mudik

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 15 Mei 2021 07:30 WIB
Sekjen KPK Cahya Harefa mengantarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, menuju kendaraan dinas menteri di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/12/2020).
Foto: Ari Saputra: MenPAN-RB Tjahjo Kumolo
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan pesan Idul Fitri kepada seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara). Dalam pesannya, Tjahjo menyinggung soal larangan mudik.

Tjahjo kembali mengingatkan ASN menjadi teladan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungannya, terutama dalam mematuhi larangan mudik. Menrut Tjahjo ASN sudah sewajarnya mengajak masyarakat mematuhi larangan mudik.

Kebijakan larangan mudik diambil Pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19 saat libur panjang.

"Selamat Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, untuk seluruh masyarakat Indonesia yang merayakannya, terutama para aparatur sipil negara (ASN). Mohon maaf lahir dan batin. Saya berterima kasih kepada seluruh ASN yang mematuhi larangan mudik," ungkap Menteri Tjahjo.

Tjahjo menambahkan menahan diri tidak mudik merupakan upaya untuk melindungi diri, keluarga dan sanak saudara.

"Mari kita lindungi diri kita sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar kita. Tidak mudik adalah bentuk rasa cinta kita untuk melindungi dan bertanggung jawab pada keluarga," ujarnya.

Tahun 2021 ini, Idul Fitri bersamaan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. Tjahjo mengatakan, hal ini bisa dirayakan dengan saling menerima keberagaman di Nusantara. "Mari kita rayakan keberagaman ini, antara lain dengan saling mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berlalu, dan saling mengingatkan untuk selalu mematuhi 5M dan protokol kesehatan di manapun berada," tuturnya.

Melalui keberagaman yang ada kita saling menjaga dan berjalan beriringan. "Kita dapat beribadah dengan aman dan nyaman sesuai agama, kepercayaan dan keyakinan kita di tengah keberagaman. Itulah salah satu esensi dari berbeda-beda tetapi tetap satu jua," tutup Tjahjo.

(hns/hns)