Cari Buyer Tekstil, RI Akan Pakai Sistem 'Jemput Bola'
Sabtu, 11 Mar 2006 14:02 WIB
Jakarta -
Demi mencari buyers alias pembeli dari luar negeri untuk produk tekstil, Indonesia akan menerapkan sistem 'jemput bola' terutama ke Cina, Korea dan Taiwan. Pembeli untuk garmen diharapkan terus meningkat mengingat sektor ini menyerap tenaga kerja yang sangat banyak.Hal tersebut disampaikan Mendag Mari Elka Pangestu usai diskusi dengan tema 'Bersaing dengan Cina' di Marios Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/3/2006)."Jemput bola adalah untuk menangkap relokasi pembelian yakni mencari buyers dari negara besar yang biasanya mencari alternatif source barang tertentu seperti sepatu dan pakaian jadi. Untuk sepatu kita sudah ada hasilnya. Sementara untuk garmen harus kita tangkap lebih banyak lagi karena garmen menyerap banyak tenaga kerja," urai Mari.Industri tekstil sendiri saat ini tengah mengalami kelesuan. Berdasarkan API, ada 367 pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) yang sudah tutup. Dari jumlah tersebut, 347 merupakan pabrik pakaian jadi dan selebihnya tekstil. Mari menambahkan, saat ini sejumlah pengusaha telah menyatakan ketertarikannya berinvestasi tekstil di Indonesia. "Mereka itu lah yang semula mengambil barang dari Cina dan saat ini mencari lokasi baru untuk produksi di Indonesia," ujarnya.Diungkapkannya, salah satu yang diminati investor itu adalah sejumlah pabrik tekstil di Bandung yang pernah terkena bencana banjir pada tahun lalu. Untuk itu, pemerintah akan memfasilitasinya dengan melakukan pendekatan dan mempertemuan para investor dengan para produsen termasuk izin investasi.
(qom/)










































