Tak Seramai Sebelum Pandemi, Pedagang Perhiasan Ngeluh Omzet Turun

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 16 Mei 2021 21:01 WIB
Pekerja menata perhiasan emas yang dijual di Cikini Gold Center, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pada Senin (27/7), harga emas Antam berada di Rp997.000 per gram atau naik Rp8.000 per gram dibanding hari sebelumnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Pengunjung pusat toko perhiasan Cikini Gold Center (CGC) tak seramai saat Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Bahkan penjual mengaku omzetnya turun jika dibandingkan masa Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Sonya salah satu pemilik toko perhiasan di GCG juga menilai pengunjung mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19. Bahkan dia merasa penjualan turun hingga 30%, meskipun dia enggan mengungkapkan nominalnya.

"Lebaran ini terhitung sepi juga, ada penurunan 30% dibanding Lebaran tahun lalu," ucapnya kepada detikcom, Minggu (16/5/2021).

Para pengunjung GCG rata-rata melakukan pembelian sebelum Lebaran. Lalu setelah Lebaran lebih banyak yang melakukan penjulan. Namun menurut Sonya baik pembelian maupun penjualan perhiasan sama-sama menurun.

Belakangan ini pengunjung GCG kebanyakan membeli perhiasan untuk kebutuhan pernikahan. Sementara untuk produk perhiasan fashion cenderung menurun.

Agung salah satu pegawai toko emas RF juga mengakui hal itu. Tokonya yang khusus hanya menjual cincin nikah merasakan penjulannya tidak mengalami penurunan seperti penjual perhiasan fashion lainnya.

"Kalau Lebaran orang biasanya beli emas model fashion kaya kalung atau gelang. Kalau kita khusus untuk kawin. Jadi biasa aja nggak banyak turun. Karena semenjak pandemi banyak yang nikah juga," ucapnya.

(das/dna)