Kutip Lagu Iwan Fals, Mendes Tekankan Kekuatan Desa

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 17 Mei 2021 16:45 WIB
Abdul Halim Iskandar
Foto: kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDDT) Abdul Halim Iskandar menghadiri Halalbihalal virtual dengan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Abdul diketahui telah melakukan Halalbihalal virtual dengan Kepala Desa seluruh Indonesia dan seluruh pegawai Kemendes PDTT.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kepada seluruh Ketua BUMDes di seluruh Indonesia. Selain itu, Abdul menyampaikan rasa syukurnya bisa bersilaturahmi dengan Ketua BUMDes di seluruh Indonesia walaupun secara virtual.

"Saya sangat bersyukur atas kehadirat Allah SWT, sehingga siang ini kita bisa bersilaturahmi meskipun virtual. Mudah-mudahan dengan silaturahmi kali ini, meskipun secara virtual kita mendapatkan keberkahan," ucap Abdul dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).


Dalam kesempatan ini, Abdul pun menegaskan posisi BUMDes secara hukum. Menurutnya, saat ini posisi BUMDes sudah sangat kuat secara hukum karena sudah tegas dinyatakan dalam Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, bahwa BUMDes adalah badan hukum.

Ia menilai dengan posisi tersebut BUMDes memiliki kekuatan legal standing yang cukup bagus untuk melakukan berbagai usaha. Ia menyebutkan sejumlah usaha yang bisa dilakukan BUMDes yakni melakukan kerja sama, kemitraan, perjanjian dengan berbagai pihak termasuk akses dana perbankan dan seterusnya.

"Semua regulasi yang ada sekarang, memposisikan BUMDes setara dengan BUMD dan BUMN, hanya saja berbeda level. Jika levelnya nasional, itu wilayahnya BUMN, tingkat provinsi dan kabupaten wilayahnya BUMD, jika levelnya desa itu wilayahnya BUMDes," ungkapnya.


"Tetapi, inti usahanya, unit usahanya yang dikelola sama. Mau bidang usaha apa saja, yang penting prinsip bagi BUMDes adalah menyejahterakan warga masyarakat desa," imbuhnya.

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini pun menekankan BUMDes tidak boleh melakukan usaha yang sudah dan sedang dilakukan oleh warga masyarakat di desa.

"Dengan bahasa yang lebih sederhana lagi adalah BUMDes harus memfasilitasi, memberikan kemudahan, memberikan ruang yang cukup bagi usaha-usaha mikro kecil yang dilakukan oleh masyarakat di desanya," jelas Abdul.

Lebih lanjut, Abdul menegaskan agar BUMDes tidak jadi pesaing serta tidak boleh menghegemoni, apalagi mematikan usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh warga masyarakat.

"Itu tidak boleh. Kenapa? Karena memang prinsip BUMDes adalah untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa," tegasnya.

Sementara itu, Abdul juga diketahui mengutip lagu milik Iwan Fals yang berjudul Desa. Ia menyampaikan lagu ini mengisyaratkan jika desa harus jadi kekuatan ekonomi agar warganya tak hijrah ke kota.

"Sepinya desa adalah modal utama untuk bekerja dan mengembangkan diri," kata Abdul mengutip lirik lagu Iwan Fals.

"Nah ini, liriknya Iwan Fals, maestro yang luar biasa. Kita sedang berusaha menekan urbanisasi. Bahkan kalau perlu membalik, dari urbanisasi menjadi ruralisasi," jelasnya.

"Ini ada lagi, Walau lahan sudah menjadi milik kota, Bukan berarti desa lemah tak berdaya, Desa adalah kekuatan sejati, Negara harus berpihak pada para petani," kutipnya.

Abdul menilai lirik lagu tersebut tengah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Adapun cara yang sedang dilakukan, antara lain terus berupaya agar pertanian di Indonesia terus tumbuh melalui food estate, modernisasi pertanian, dan lain sebagainya.

"Hal itu dilakukan agar warga masyarakat milenial tidak lagi segan untuk bertani, membangun pemahaman baru tentang pertanian, bahwa pertanian tidak seperti dulu lagi," tutur Abdul.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Taufik Madjid dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa PDDT, Harlina Sulistyorini.

Diketahui, warganet juga menyimak pernyataan Abdul selama Halalbihalal dengan Kepala BUMDes Seluruh Indonesia. Hal ini tampak dari adanya 24,5 ribu retweet pernyataan Doktor Honoris Causa dari UNY ini selama acara berlangsung.

(mul/ega)