Komisi IV Cecar Bulog soal Harga hingga Oplosan Daging Sapi-Kerbau

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 18 Mei 2021 13:31 WIB
Detikcom Blak-blakan bersama Kepala Bulog Budi Waseso di Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Dirut Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Perum Bulog dicecar beberapa anggota Komisi IV DPR RI terkait harga daging sapi yang naik gila-gilaan selama Ramadhan dan menjelang Lebaran.

Menurut anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat Nur'aeni harga daging sapi dan kerbau di dapilnya yaitu Serang, Banten bisa mencapai Rp 150 ribu/kg. Padahal daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

"Kaitan dengan stok ataupun daging sapi daging kerbau ini langka bahkan mahal sekali sampai di angka Rp 150 ribu per kilo. Apa sih sebetulnya yang terjadi," cecar Nur'aeni dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas), Selasa (18/5/2021).

Nur'aeni mempertanyakan stok daging sapi dan kerbau serta upaya antisipatif dari antisipatif dari Perum Bulog.

Berdasarkan laporan Buwas, hingga 17 Mei 2021, stok daging kerbau di Bulog masih ada 1.030 ton dan daging sapi sebanyak 25 ton. Bulog juga sudah melalukan operasi pasar menjelang Lebaran.

Memang, untuk daging kerbau dan sapi beku impor pun harganya sudah ditekan yakni daging kerbau menjadi Rp 80 ribu/kg dan daging sapi beku impor menjadi Rp 90 ribu/kg.

"Bulog sendiri dari laporan di sini ini ada ketersediaan daging kerbau daging sapi ini cukup lumayan bahkan ada kebijakan impor daging kerbau akan tetapi ini realitas tidak sesuai di lapangan bahwa harga daging kerbau daging sapi ini mengalami lonjakan yang cukup tajam," katanya.

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Slamet mengungkapkan masih ada daging yang dioplos dan dijual ke konsumen menjelang Lebaran tahun ini.

"Istri saya belanja daging sapi, setelah kita terima saya yakin seyakin-yakinnya saya kebetulan juga dokter hewan itu daging kerbau. Berarti di lapangan terjadi pengoplosan antara daging sapi dan daging kerbau," ungkapnya.

Slamet mewanti-wanti Bulog agar peran pengawasannya lebih diperketat lagi, agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Sebab, bila dibiarkan ini akan merugikan masyarakat banyak.

"Pemerintah harusnya bisa mengantisipasi itu. Sebab dari sisi rakyat dirugikan, harganya harga sapi tapi daging yang kita dapatkan daging kerbau," imbuhnya.

Tonton juga Video: Jelang Lebaran Harga Daging Sapi-Ayam di Purwakarta Meroket

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)