Jokowi Flashback Akar Masalah Ekonomi RI Bisa Anjlok di Awal Pandemi

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 20 Mei 2021 13:38 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membeberkan kembali akar penyebab ekonomi RI bisa sampai anjlok -5,32% saat awal-awal diserang pandemi COVID-19. Penyebab utamanya tentu adalah sikap pesimistis semua pihak ketika menghadapi COVID-19 itu sendiri.

"Kita ingat di 2020 kuartal pertama kita masih sebelumnya kan 5%, kemudian masuk ke kuartal I-2020 kita tinggal 2,97% turun, karena mulai COVID-19 di Wuhan, di negara lain, kita menjadi pesimis, menjadi turun 2,97% padahal covid belum masuk Indonesia. Pada saat itu begitu covid masuk di awal maret kuartal II-2020 langsung jatuh ekonomi kita menjadi -5,32%," ujar Jokowi dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Sikap pesimistis tadi akhirnya membuat produksi tersendat. Di situlah akar penyebab ekonomi RI bisa anjlok sedalam itu.

"Karena orang sudah tidak pede melakukan konsumsi, orang sudah tidak percaya diri untuk melakukan permintaan. Kalau tidak ada konsumsi, tidak ada permintaan, artinya apa, produksinya juga nggak mungkin mau men-stok nggak kuat dia, dia tidak berproduksi. Kalau pabrik, industri, usaha kecil, usaha menengah tidak berproduksi artinya apa, ya ekonomi jatuh," katanya.

Pesimistis tadi bergantung pula pada naik turunnya kasus COVID-19. Jika kasus COVID-19 belum teratasi maka tetap sulit meningkatkan optimistis konsumen apalagi ekonomi.

"Karena yang namanya COVID-19 itu menyangkut ekonomi. Tidak mungkin ekonomi naik kalau covid nya belum beres. COVID-nya beres orang merasa confident, percaya diri untuk konsumsi untuk melakukan permintaan, demand itu yang menyebabkan ekonomi menjadi baik, COVID-nya diselesaikan dulu, otomatis nanti pertumbuhan ekonomi akan naik," sambungnya.

Hal ini juga yang menjadi penentu mampu tidaknya Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% di kuartal II-2021 nanti.

"Jadi harus optimis. COVID-nya ini beresin. Kalau diberesin, melompat di atas 7%. Kalau bisa beresin di kuartal kedua, kuartal ketiga akan lebih mudah lagi," tuturnya.

(zlf/zlf)