Meski Distribusinya Sulit, BBM di Mentawai Tidak Langka

Meski Distribusinya Sulit, BBM di Mentawai Tidak Langka

- detikFinance
Senin, 13 Mar 2006 14:01 WIB
Padang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), membantah telah terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut. Sebelumnya, sejumlah media memberitakan BBM sulit diperoleh di Mentawai menyusul ditangkapnya KM Samudera Mentawai I yang membawa 70 drum BBM dari Padang menuju Muara Siberut Mentawai, 28 Februari 2006 lalu.Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan Kabupaten Mentawai Halomoan Pardede kepada detikcom di sekretariat Yayasan Citra Mandiri (YCM), Jalan Kampung Nias Padang, Senin (13/3/2006)."Tidak benar terjadi kelangkaan BBM di Mentawai. Kuota 100 ribu liter premium per bulan dan 250 ribu liter minyak tanah per bulan bahkan sudah lebih dari cukup," ujar Pardede.Namun Pardede mengakui bahwa distribusi BBM di Mentawai masih menjadi persoalan pelik. Pasalnya, dua agen yang ditunjuk Pertamina hanya sanggup menyalurkan BBM hingga ke tingkat kecamatan. "Letak desa yang berjauhan di pulau-pulau kecil membuat agen harus mengeluarkan biaya yang besar untuk transportasi agar dapat menyalurkan hingga ke desa-desa," ujarnya.Lebih lanjut, Pardede mengatakan bahwa saat ini harga eceren tertinggi (HET) BBM jenis premium di Mentawai mencapai Rp 5.900 per liter dan HET minyak tanah Rp 2.800 per liter. Hal itu disebabkan karena agen harus menanggung biaya penyusutan BBM ketika sampai di Mentawai sekitar 3 persen. Hal itu belum termasuk uang pompa dan uang buruh yang juga harus dikeluarkan."Soal itu, kita berharap adanya kebijakan dan solusi dari Pertamina. Kami menolak pemikiran bahwa harga itu harus disubsidi lagi oleh Pemkab Mentawai karena harga sebesar itu sebenarnya sudah disubsidi secara nasional. Lagi pula, tidak ada jaminan subsidi itu akan sampai ke masyarakat Mentawai," papar Pardede. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads