Jateng Manut Soal Blok Cepu
Senin, 13 Mar 2006 16:56 WIB
Semarang - Soal siapa yang melakukan eksplorasi Blok Cepu sangat tergantung pada pemerintah pusat, Exxonmobil, dan Pertamina. Karena itu, Pemprov Jateng manut atau menurut saja. Mereka tak mempermasalahkan si eksplorator kawasan migas tersebut."Siapapun operatornya tak masalah. Yang jelas, kami siap bekerja sama. Kini kami hanya melakukan menyiapkan antisipasi saja," kata Direktur Utama PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah) Pengkie Sugigo Pangestu kepada wartawan di kantor DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Senin (13/3/2006).PT SPJT adalah badan usaha milik Pemprov Jateng yang ditugaskan secara khusus mengelola bisnis, termasuk Blok Cepu. Selain itu, mereka juga berencana ikut andil dalam berbagai kegiatan usaha yang dinilai menguntungkan.Pengkie menjelaskan, pihaknya akan berkonsolidasi dengan Pemerintah Blora dan Bojonegoro. Paling tidak, hal itu akan diselesaikan dalam jangka waktu 2-3 minggu ke depan.Lelaki lulusan ITS dan Bussines School Monash ini memperkirakan, jika eksplorasi Blok Cepu segera dilakukan, maka akan ada rentetan bisnis lainnya yang akan menyemarakkan seperti hotel, telekomunikasi, dan lain-lain. PT SPJT mengaku sudah menyiapkan strategi untuk terlibat dalam bisnis-bisnis itu."Dalam hal telekomunikasi misalnya, kita bisa saja mengandeng Indosat atau Telkomsel. Kalau ada usaha yang menguntungkan, kita akan selalu berpartisipasi. Badan usaha ini (PT SPJT) kan dibentuk untuk mengelola potensi Jateng," katanya.Hingga kini, meski sudah ada beberapa investor yang tertarik, PT SPJT belum menggandeng pihak mana pun dalam eksplorasi Blok Cepu. "Kalau sudah jelas eksploratornya, kita baru bisa menentukan. Jadi ditunggu saja," lanjutnya.Pemprov Jateng melantik pengurus PT SPJT pada Sabtu, 11 Maret lalu. Mereka adalah Ilham Habibie (Komisaris Utama), Hadi Prabowo (Komisaris), Pengkie Sugiho Pangestu (Dirut), Soelarso (Direktur Pengembangan Usaha), Djuwarso (Direktur Keuangan), Nyoman Wahyuti (Direktur Umum dan PR), dan Luki Mayawati (Corporate Secretary).Perekrutan jajaran direksi ini dilakukan sejak 30 Januari hingga 6 Maret lalu melalui mekanisme pendaftaran, seleksi administrasi, pra tes, dan wawancara. Semua proses ini ditangani BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan melibatkan pengusaha Tanri Abeng dan Wagub Jateng Ali Mufiz sebagai pewawancara tahap akhir."Perekrutan ini dilakukan dengan cermat, transparan, dan teliti. Siapa pun yang jadi, itulah yang berhak memimpin BUMD ini. Kami berharap badan usaha ini bisa menggali potensi Jateng," kata Gubernur Jateng.
(qom/)











































