Terpopuler Sepekan

Permisi... Paket Telat Datang, Ini Sebabnya

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 22 Mei 2021 19:00 WIB
Petugas memilah paket kiriman barang di Kantor Pos, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/4/2020). Menurut petugas, dimasa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), volume pengiriman paket pos khusus belanja online mengalami  kenaikan rata-rata 10 persen dari biasanya. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta -

Menjelang lebaran sejumlah pelanggan pada mengeluhkan soal jasa pengiriman yang dianggap lambat dari biasanya. Keluhan itu salah satunya tampak ramai di kolom komentar Instagram resmi jasa pengiriman logistik J&T Express.

Kebanyakan pelanggan mengeluh sudah 5 hari lebih barangnya tak bergerak dari pusat sortir.

"Paketku ga gerak2 dri tgl 5 padahal nyangkut di palembang," tulis seorang pelanggan di kolom komentar @jntexpressid dikutip detikcom, Selasa (11/5/2021).

Pelanggan lainnya pun mengeluhkan hal serupa, paling lama ada yang mengaku sudah 7 hari belum juga menerima paket yang dipesan tersebut.

J&T Express pun buka suara. CEO J&T Express Indonesia Robin Lo mengakui memang ada keterlambatan pengiriman selama masa Ramadhan dan menjelang Lebaran 2021 ini. Penyebabnya karena ketidakpastian kebijakan yang kemudian membuat penerbangan di area tertentu tidak bisa menggunakan freighter atau kapal angkut (kargo) untuk membawa barang pesanan pelanggan.

"Penyebab utamanya dikarenakan dalam kondisi pandemi ini menyebabkan terjadinya banyak ketidakpastian, seperti penerbangan untuk area tertentu yang tidak menggunakan freighter," ujar Robin kepada detikcom, Selasa (11/5/2021).

Penyebab lainnya adalah banyaknya pesanan yang masuk selama masa Ramadhan dan menjelang Lebaran 2021 ini. Untuk penyebab satu ini, pihak J&T Express mengaku masih mampu mengantisipasinya dengan baik dan dipastikan semua pengiriman masih berjalan sesuai dengan service level agreement (SLA).

"Selain itu, saat ini memang ada terjadi lonjakan pengiriman dikarenakan peak season namun masih dapat kami tangani karena adanya antisipasi persiapan beberapa bulan sebelumnya seperti penambahan armada, SDM, dan perakatan. Semua pengiriman saat ini masih berjalan sesuai dengan SLA," ungkapnya.