Sandiaga Ungkap Tantangan Pelaku Usaha Kreatif di Masa Pandemi

fdl - detikFinance
Sabtu, 22 Mei 2021 11:15 WIB
Jakarta -

Dampak pandemi COVID-19 membuat sektor pariwisata di Indonesia lumpuh. Indonesia menanggung imbas dari merosotnya industri pariwisata akibat pandemi virus Corona. Dampak itu telah dialami oleh para pelaku UMKM industri jasa pariwisata.

Menanggapi hal tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno, melihat fenomena itu menjadi tantangan dengan cara menyesuaikan sektor pariwisata di era pandemi COVID-19.

"Justru tantangannya bahwa COVID-19 ini memaksakan kita menyesuaikan pariwisata era baru," papar Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (22/5/2021).

Sandiaga mengatakan Kemenparekraf meminta sektor wisata untuk meningkatkan personalize, customize, look dan personalize, dan smalin size. "Jadi intinya kuantitas sedikit tapi kualitas (pariwisata) meningkat," ungkap Sandiaga.

Ia mencontohkan museum Panji Malang dan sentra kreatif di sekitarnya untuk terus meningkatkan pelatihan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Sementara itu, Sandiaga, juga meminta para pengusaha, khususnya pelaku usaha di bidang teknologi digital untuk terus beradaptasi agar tak kalah dengan adanya pandemi COVID-19.

"Kita ingin mereka mampu mengambil peluang agar mereka menjadi pengusaha yang naik kelas di masa depan," tuturnya.

"Yang kedua, makin yakin kami bahwa COVID-19 ini memaksa kita untuk hadir dengan kebijakan yang berkeadilan langsung menyentuh apa yang mereka perlukan. Jadi, program ini kita minta dikawal kita akan pastikan programnya tepat sasaran kepada mereka yang betul-betul membutuhkan," tambahnya.

Adapun program yang dicanangkan Sandiaga ialah dana hibah pariwisata. Program bantuan ini merupakan dana hibah dari pemerintah yang akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM.

"Kami akan meminta masyarakat dan saya akan memastikan bahwa itu akan tepat sasaran berkeadilan untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan sehingga mereka bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," pungkasnya.

(fdl/fdl)