Exxon Jadi 'Panglima' Blok Cepu, Ari Soemarno Harus Mundur

Exxon Jadi 'Panglima' Blok Cepu, Ari Soemarno Harus Mundur

- detikFinance
Senin, 13 Mar 2006 19:15 WIB
Jakarta - Ditunjuknya ExxonMobil sebagai General Manager Executive Project di Blok Cepu menunjukkan kegagalan Pertamina. Untuk itu, Ari Soemarno pun harus mundur sebagai Dirut Pertamina."Keputusan itu juga semakin menunjukkan bahwa ditunjuknya Ari Soemarno adalah untuk memuluskan langkah bagi ExxonMobil memiliki hak menjadi operator Blok Cepu," tegas ekonom dari Indef, Fadhil Hasan kepada detikcom, Senin (13/3/2006).Hal senada disampaikan anggota Komisi XI DPR RI Dradjad Wibowo. "Itu jelas kerugian untuk Indonesia kalau Exxon yang menjadi GM karena kontrol eksekutif ada pada dia. Dan kontrol produksi juga di tangan Exxon," tegas Dradjad.Fadhil menegaskan bahwa keputusan soal penunjukkan ExxonMobil tersebut harus diprotes keras karena menunjukkan bahwa pemerintah tunduk kepada AS. Apalagi, keputusan ini diambil hanya beberapa saat menjelang kedatangan Menlu AS Condoleeza Rice ke Indonesia."Keputusan ini juga menunjukkan bahwa bangsa ini tidak ingin mandiri dan maju terutama soal pengelolaan sumber daya alam," tegas Fadhil.Drdajad pun mengamini Fadhil. "Pergantian direksi itu lebih supaya tidak ada perlawanan Pertamina terhadap operator sehingga Exxon yang dipilih," tegasnya.Fadhil dan rekan-rekannya yang membentuk Gerakan Rakyat Penyelamat Blok Cepu selanjutnya akan melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah apa yang akan diambil terkait keputusan tersebut. "Saya akan koordinasi dulu. Kita akan gugat keputusan ini," cetusnya.Selain itu, Fadhil cs juga akan mendesak DPR merealisasikan janjinya untuk menggunakan hak angket jika ExxonMobil terpilih sebagai komandan Blok Cepu. Menurut Dradjad, Exxon bisa saja menggenjot produksi dalam lima tahun pertama yang menjadi jatah Exxon. "Bisa saja dia genjot 5 tahun pertama itu produksi dihabiskan dan setelah lima tahun berikutnya diserahkan ke Pertamina sudah tinggal air saja," cetusnya.Di tempat terpisah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro berharap produksi minyak Indonesia meningkat setelah ExxonMobil dan Pertamina mencapai kesepakatan. Namun Purnomo mengaku tak tahu soal penunjukkan ExxonMobil sebagai panglima Blok Cepu. "Saya nggak ngerti soal itu," cetusnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads