Investasi Blok Cepu Butuh US$ 2,6 Miliar
Senin, 13 Mar 2006 20:17 WIB
Jakarta - Tak sedikit dana yang diperlukan untuk mengembangkan Blok Cepu. Investasi yang diperlukan untuk mengelola lapangan migas ini membutuhkan dana segar US$ 2,6 miliar."Investasi yang diperlukan diperkirakan US$ 2,5 miliar hingga US$ 2,6 miliar. Dan ini akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan bagi hasil sebelumnya," kata Dirut Pertamina Ari H Soemarno dalam jumpa pers bersama dengan pihak ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) usai pengumuman joint operation agreement di Hotel Borobodur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/3/2006).Setelah penandatanganan joint operation agreement (JOA), Blok Cepu tidak langsung serta merta berproduksi. "Butuh waktu sekitar 31 bulan untuk dapat berproduksi," kata Ari.Vice President Planning, Commerce and Public Affair EMOI Maman Budiman menyatakan, untuk tahap awal Blok Cepu tidak langsung bisa berproduksi maksimal hingga 170 ribu barel per hari. "Tahap awal baru bisa berproduksi sekitar 25-30 ribu barel per hari. Tapi setelah initial, perlu waktu 6 bulan untuk berproduksi hingga 165 ribu barel per hari," katanya.Untuk tahap awal akan dikembangkan terlebih dulu adalah minyak yang terkandung di Blok Cepu yang diperkirakan cadangannya mencapai 600 juta barel. Sedangkan untuk pengembangan gasnya yang mempunyai cadangan sebesar 1,7 triliun kaki kubik. "Untuk saat ini kita hanya mengembangkan minyaknya saja dulu. Tapi gasnya tetap akan lakukan eksplorasi setelah ini," ujarnya.Terkait dengan struktur organisasi yang berada dalam Cepu Organization Agreement (COA) dimana pihak Exxon yang akan menjadi pemimpinnya, akan bertahan selama 30 tahun. "Posisi itu tidak akan berubah," ujar Ari.Anggota Komisi VII DPR Dito Ganundito menyatakan, posisi di manajer perencanaan pengembangan di struktur organisasi itu yang dipegang Pertamina adalah posisi penting menyangkut kontrol terhadap cost recovery untuk pengembangan Blok Cepu itu. "Jadi bisa dilihat nanti, apakah cost yang diajukan bisa lebih murah seperti yang diklaim sebelumnya," ujarnya.Soal manajer perencanaan ini lah yang nantinya akan mengajukan planing of development (POD) ke BP Migas untuk disetujui setelah itu langsung dibuat work programnya. "Memang sebelum diajukan ke BP Migas akan mendapat persetujuan dari general manager, tapi tetap saja usulannya dari bawah," jelasnya.
(mar/)











































