ADVERTISEMENT

Bukan 'Work From Bali', Hal Ini Lebih Efektif Pulihkan Pariwisata

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 16:34 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Rencana Work From Bali digaungkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Hal itu dilakukan Luhut guna mendorong pemulihan pariwisata, khususnya di Pulau Bali yang terdampak pandemi.

Namun, dibandingkan mendorong pegawai bekerja di Pulau Bali, masih ada cara yang lebih efektif untuk memulihkan pariwisata. Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira cara itu adalah dengan memberikan subsidi upah kepada pekerja pariwisata.

Stimulus secara tunai dalam jumlah tertentu juga bisa disalurkan ke perusahaan-perusahaan pariwisata yang terdampak. Hal-hal itu dinilai Bhima lebih efektif karena langsung ditujukan ke pihak yang terdampak.

"Langsung saja kalau bantu sektor pariwisata kasih subsidi upah kepada pekerja dan tambah stimulus tunai ke perusahaan terdampak. Itu kan nggak muter-muter tapi kena ke target akhir," kata Bhima saat dihubungi detikcom, Rabu (19/5/2021).

Bhima pun menilai, bila mau memulihkan pariwisata dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk berpergian hal dasar yang harus dilakukan pemerintah adalah menggenjot vaksinasi di daerah wisata.

"Nah, justru untuk memulihkan sektor pariwisata, vaksinasi yang digenjot, karena sampai saat ini dosis total vaksinasi realisasinya baru 4,9%," ujar Bhima.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal juga menilai program Work From Bali kurang efektif. Pasalnya, daerah yang mengandalkan pariwisata dan terdampak pandemi bukan cuma Bali.

"Kalaupun insentif ini ingin didorong, semestinya tidak hanya Bali, tapi juga daerah2 wisata lain yg juga terdampak buruk karena pandemi," kata Faisal kepada detikcom.

Namun, yang perlu diingat adalah bila mau melakukan upaya macam Work From Bali, penanggulangan pandemi di sebuah wilayah harus sudah baik. Pasalnya, dengan adanya pergerakan ke tempat wisata, masih ada risiko penyebaran virus yang mengintai.

"Tapi dengan syarat penanggulangan pandemi di daerah tersebut sudah bagus. Tapi sekali lagi, paling penting itu harus berhati-hati terhadap risiko pandeminya," ujar Faisal.

Seperti diketahui, soal program Work From Bali ini, Luhut meminta jajaran pegawai di 7 kementerian di bawah koordinasi pihaknya untuk melakukan kerja dari Bali.

Dia mengusulkan program Work From Bali demi membantu mengoptimalkan pemulihan pariwisata di Bali. Utamanya untuk mendorong keterisian hotel di Bali. Pihak Luhut pun sudah melakukan penandatanganan perjanjian dukungan penyediaan akomodasi pada kawasan The Nusa Dua Bali, Selasa (18/5/2021) kemarin.

(hal/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT