RI Defisit, Ekspor Cina Surplus US$ 40 Juta
Selasa, 14 Mar 2006 09:58 WIB
Jakarta - Dua tahun lalu, neraca perdagangan Indonesia terhadap Cina masih mencatat surplus. Namun pada tahun 2005, kondisi ini telah berbalik arah yang terlihat dari ekspor produk Indonesia ke Cina defisit US$ 40 juta yang artinya Cina mengalami sebesar angka itu."Dua tahun lalu sebelum 2005, Indonesia menikmati surplus hampir US$ 1 miliar. Tapi tahun 2005 Cina menikmati surplus US$ 40 juta untuk pertama kalinya," kata Sekretaris Kedutaan Besar RRC, Wang Zhan Fei saat acara pameran dagang Cina di hotel Borobudur, Jakarta, Senin(13/3/2006).Menurut Wang, produk Cina yang menawarkan harga lebih murah saat ini membanjiri pasar Indonesia. Harga jual yang murah ini, menurut Wang, karena rendahnya biaya tenaga kerja di Cina."Kebanyakan yang masuk adalah barang konsumsi, sedangkan produk Indonesia yang masuk ke Cina antara lain minyak, gas, karet, CPO, kayu dan komponen elektronik. Untuk itu seharusnya Indonesia lebih banyak melakukan promosinya ke Cina" kata Wang.Kian maraknya produk Cina di pasar Indonesia telah merontokkan sendi-sendi perdagangan produk lokal hampir di semua sektor seperti tekstil, mainan, baja, seng, elektronik dan lainnya.Kondisi ini telah membuat sejumlah perusahaan lokal terancam gulung tikar karena ketatnya persaingan.
(ir/)











































