Penunjukan ExxonMobil Bukan 'Hadiah' Kunjungan Rice
Selasa, 14 Mar 2006 10:31 WIB
Jakarta - ExxonMobil ditunjuk sebagai 'panglima' Blok Cepu tepat sehari menjelang kunjungan Menlu AS Condoleezza Rice ke Indonesia. Penunjukan perusahaan minyak AS itu pun dituding sebagai hadiah kunjungan Rice.Namun Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menepis tudingan itu. "Bukan, ini merupakan suatu proses antara Pertamina dan Exxon," tegas Purnomo saat ditemui wartawan di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (14/3/2006).Lebih jauh Purnomo meminta agar menanyakan masalah Blok Cepu kepada Pertamina maupun ExxonMobil. "Karena yang menandatangani adalah party dalam KPS," ujarnya.Menurutnya, pemerintah sebagai panitia pengarah hanya akan melakukan tugasnya bila perundingan kedua perusahaan minyak itu tak maju-maju. "Tapi kan ternyata prosesnya berjalan dan JOA dapat diselesaikan dengan baik," tuturnya.Depkeu BerbenahSementara itu, menjelang kedatangan Rice, Gedung Departemen Keuangan (Depkeu) tampak 'berdandan'. Namun demikian, keamanan di Gedung Depkeu tampak biasa-biasa saja. Hanya beberapa akses pintu masuk ke Gedung Depkeu tampak ditutup. Rencananya, Rice akan hadir di Depkeu pada pukul 13.30 WIB dan bertemu dengan Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Kepala BKPM M Lutfi, Mendag Mari Pangesti dan Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto.Gedung Depkeu sendiri pada hari ini jadwalnya cukup pada. Pada pukul 09.00 WIB, digelar rapat yang membahas Kalimantan. Sementara pukul 11.00 WIB akan digelar rapat lanjutan soal tarif dasar listrik (TDL).
(qom/)











































