Awali Aksi Boikot, 50 Perwakilan Buruh Geruduk Kantor Indomaret

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 10:59 WIB
Data-data makro ekonomi menunjukan hasil positif. Namun, ritel PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang ternyata laba bersihnya turun drastis.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mulai geruduk kantor PT Indomarco Prismatama (Indomaret), di Jakarta Utara. Hal ini sebagai tanda akan dimulainya aksi boikot produk Indomaret.

Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz mengatakan aksi itu diikuti oleh perwakilan 50 buruh yang berasal dari anggotanya. Jumlah itu mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19.

"Ini saya sudah di lokasi aksi. Mengingat protokol kesehatan COVID-19 jadi hanya 50-an orang," katanya kepada detikcom, Kamis (27/5/2021).

Riden mengatakan para buruh sudah mempersiapkan sejumlah spanduk sebagai pendukung aksi. Nantinya pihaknya akan berorasi agar salah satu anggotanya, Anwar Bessy dibebaskan dari tuntutan pidana.

"Intinya hanya membebaskan Anwar Bessy dan pekerjakan kembali, ini nanti statement yang akan saya sampaikan," imbuhnya.

Bersamaan dengan aksi di depan kantor Indomaret, nantinya FSPMI juga akan menaruh spanduk bertajuk 'Tidak Belanja di Indomaret Karena Kriminalisasi Buruh'. Spanduk ini akan mulai dipasang hari ini bila tidak ada itikad baik dari perusahaan.

"(Boikot akan dimulai) kalau tidak direspons tuntutan kami bebaskan Anwar Bessy. Kalau nanti ada proses negosiasi misalnya, tentu akan kami lihat negonya ini hanya mengulur waktu atau ingin menyelesaikan masalah, nanti akan saya baca," imbuhnya.

"Kalau ini win-win, nanti saya akan umumkan misal manajemen beritikad baik, tapi kalau tidak, ya tetap diteruskan boikotnya hari ini," tambahnya.

Tonton juga Video: Alasan Bapak Marahi Kasir Indomaret Setelah Anak Top Up Game Online

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)