Ada Cashback, Produsen Susu Pilih Marketplace Jadi Ladang Investasi

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 20:24 WIB
Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.
Foto: iStock
Jakarta -

Platform digital seperti marketplace dibuat bukan hanya untuk mempermudah pembeli mendapatkan produk yang diinginkannya, tetapi juga mempermudah penjual untuk memasarkan produk kepada pembeli. Marketplace juga punya infrastruktur digital yang tersistematis hingga program promo penjualan yang bisa dimanfaatkan penjual.

Menurut E-commerce & Online Channel Development Head Kalbe E-Health, Seno Suwikatmono, hal tersebut menjadi investasi buat Morinaga saat hendak membuka toko di marketplace. Meski sudah punya website sendiri atau menjual produk lewat Kalbe Store, Seno melihat ada kesempatan meluaskan pemasaran dari marketplace. Misalnya dari segi promosi bebas ongkir dan cashback yang disediakan.

"Sangat membantu. Di beberapa platform banyak customer yang ngejar gratis ongkir, dari sisi kontribusi, lebih dari setengah customer yang belanja di platform misalnya di Tokopedia, mereka menggunakan fasilitas gratis ongkir," ujarnya kepada detikcom, Kamis (27/5/2021).

Morinaga sendiri sudah mempunyai OS di beberapa marketplace, salah satunya di Tokopedia yang sudah ada sejak tahun 2018. Morinaga juga memanfaatkan layanan warehouse Tokopedia, yaitu TokoCabang untuk menjangkau pelanggan terutama yang ada di luar Jabodetabek.

"Mereka teman-teman Tokopedia memberikan fasilitas yuk masuk ke warehouse kita, mereka memfasilitasi dengan sistem. Pada akhirnya kita mempertimbangkan, customer Morinaga nggak cuma di Jakarta, mereka juga sebenarnya, based on survey, demand-nya cukup tinggi," ujarnya.

"Cuma blocking untuk beli di OS, sebelum masuk ke Toko Cabang, ongkirnya lebih mahal. (Misalnya) ongkir ke Makassar Rp 20-30 ribu, ditambah lama waktu pengiriman, padahal untuk produk susu yang (dibutuhkan) segera, itu jadi blocking. Sebenarnya kita berangkat dari costomer juga," imbuhnya.

Lebih lanjut Seno mengatakan penjualan susu Morinaga dari online terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun masih di bawah 10% jika dibandingkan penjualan secara offline. Namun, itu belum dihitung jika ada reseller toko susu yang menjual produk Morinaga dan memanfaatkan platform digital.

"Dari sisi berbicara sama marketplace, (sejak pandemi mereka mengatakan) bahwa seller-seller pun semakin berjamuran dan pertumbuhan Morinaga di platform mereka naik signifikan juga," ujarnya.

"Kami cuma bisa capture (penjualan online) yang dari official store, karena toko-toko susu dan seller itu tetap dihitung masuk ke penjualan secara offline. Misal satu contoh (toko susu) ada di Malang, mereka ketika pandemi, langsung naik jualan di Tokopedia, di situ transaksinya cukup besar. Dari toko-toko tersebut menyiapkan kanal online ini nantinya jadi pilar jualan mereka, selain di offline," imbuhnya.

(ncm/hns)