Banyak Peluang Bisnis Musiman, Tangkap atau Cuekin?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 28 Mei 2021 09:38 WIB
boba topping sambal belacan
Foto: Instagram @dabobamalaysia/iStock
Jakarta -

Sejumlah bisnis menjadi tren belakangan ini. Bisnis yang ngetren itu antara lain boba, tanaman, ikan cupang dan lain sebagainya.

Di tengah tren itu, biasanya akan muncul orang-orang yang ingin ikut terjun. Ada juga yang memutuskan tidak bergabung karena merasa bisnis tersebut akan redup. Lalu, bagaimana sebaiknya?

Pebisnis yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumedang periode 2015-2018, Hendra Nugraha Diatmadja mengatakan, dirinya tak mempermasalahkan jika orang terjun ke bisnis musiman. Menurut pria yang akrab di sapa hendra Ciho ini, pada dasarnya bisnis ialah mencari untung.

"Kalau saya sih kalau bisnis itu cuan, ujung-ujungnya cuan. Kalau memang selama bisnis itu menghasilkan baik jangka pendek ataupun jangka panjang atau punya skema ini bisa jadi longterm, jangka panjang, saya pikir no problem," katanya dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (28/5/2021).

Dia sendiri mengaku sempat ikut terjun bisnis musiman. Dia bilang, di saat bisnisnya di bidang percetakan terpukul karena pandemi, ia pun masuk ke bisnis masker.

"Jujur aja, saya juga tempo hari ketika pandemi bagaimana menyelamatkan perusahaan, dari subsidi silang, antara satu sama dan lain-lain. Kami juga kemudian mengeluarkan produk masker, karena percetakan kami juga ada sub divisi konveksi. Akhirnya kami memproduksi masker," katanya.

Menurutnya, langkah ini sebagai upaya untuk bertahan di tengah pandemi. Jadi, bisnis yang lagi hits tersebut kemudian menutupi beban bisnis lainnya yang lagi tekor.

"Biar apa, ibaratnya kita bertahan, satu sisi turun, kita naikin yang lagi tren ya udah kita main masker. Kita kemas, kita kasih merek, kita jual marketplace dan sebagainya," ujarnya.

"Artinya kita bertahan, kita harus survive apapun inovasinya, apapun trennya, produknya apa yang lagi hype, kita gunakan seperti itu kurang lebih," tambahnya.



Simak Video "How To Jadi Pengusaha Eksis Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)