Bantah Batal, Buruh Lanjutkan Boikot Indomaret Pekan Depan!

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 28 Mei 2021 13:17 WIB
Indomaret )Achmad Dwi-detikcom)
Foto: Indomaret )Achmad Dwi-detikcom)
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memastikan para buruh KSPI dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bakal tetap melanjutkan aksi boikot terhadap PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Meski memang sempat digelar pertemuan antara FSPMI dengan pimpinan Indomaret, pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan berarti. Untuk itu, boikot tetap dilanjutkan pekan depan.

Sebelumnya, sempat beredar di media yang menyebut buruh telah membatalkan aksi boikotnya usai dilaksanakan pertemuan kedua belah pihak antara buruh dan pihak perusahaan. Namun, kabar itu dibantah para buruh.

"Setelah saya lakukan klarifikasi pada saudara Riden Hatam Aziz tidak benar ada kesepakatan antara FSPMI dengan pimpinan perusahaan PT Indomarco yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Said dalam konferensi pers virtual, Jumat (28/5/2021).

"Yang benar adalah sudah ada pertemuan kemarin tanggal 27 Mei 2021 untuk saling bertukar informasi, bertukar permintaan, melakukan sosial dialog yang difasilitasi oleh Dirjen PHI kami berterima kasih. Tapi belum ada kesepakatan apapun dan tidak benar boikot terhadap produk Indomaret yang akan dikampanyekan oleh FSPMI dengan dukungan penuh dari KSPI akan berhenti," tegasnya.

Aksi boikot akan dilanjutkan di minggu depan. Hari ini, FSPMI dan KSPI akan menentukan gerai-gerai Indomaret mana saja yang akan dipasangi spanduk kampanye boikot tersebut.

"Di gerai-gerai Indomaret di wilayah-wilayah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, akan dilakukan pemasangan spanduk, membawa poster di depan toko-toko Indomaret di kota-kota besar itu dengan menyampaikan boikot indomaret, jangan belanja di Indomaret," sambungnya.

Selain itu, kampanye boikot Indomaret juga akan diperluas lagi melalui media sosial.

Lebih lanjut, Said menjelaskan alasan buruh tetap mau menjalakankan aksi boikot tersebut di tengah kekhawatiran ritel ini bisa bangkrut dan karyawan Indomaret jadi terancam PHK. Menurut Said, pihaknya bukan ingin membuat Indomaret bangkrut melainkan ingin melawan kebijakan-kebijakan yang dianggap sewenang-wenang terhadap karyawan. Salah satunya adalah perusahan disebut Said sering mempidanakan kepada karyawannya sendiri ketika membuat sedikit kesalahan.

"Selalu menggunakan modus pidana orang ditakut-takuti, buruh diintimidasi. Mengapa KSPI dan FSPMI bereaksi, karena pidana Anwar Bessy patut diduga manajemen sedang menyebarkan pesan agar seluruh karyawan Indomaret kalau tadi saya bilang 18.000 gerai, setiap gerai 10 orang, berarti 180.000 buruh yang bekerja di Indomaret dikirimkan pesan kalau kamu melawan manajemen kita pidanakan. Ini berbahaya. Itu melanggar etik namanya, korporasi yang seperti itu perlu dilawan," tegasnya.

lanjut ke halaman berikutnya