Suku Bunga Tinggi Penyebab Utama Anjloknya Penjualan Mobil

Suku Bunga Tinggi Penyebab Utama Anjloknya Penjualan Mobil

- detikFinance
Selasa, 14 Mar 2006 17:58 WIB
Jakarta - Tingginya suku bunga kredit perbankan saat ini menjadi pemicu turunnya penjualan mobil nasional selama Januari-Februari 2006, yang masing-masing anjlok 41,4 persen dan 43,2 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Pasalnya, sebagian besar penjualan mobil menggunakan fasilitas dari perusahaan pembiayaan dan perbankan. Namun tingginya suku bunga tahun ini dibanding tahun lalu membuat konsumen memilih untuk menahan pembeliannya.Melihat kondisi ini, Departemen Perindustrian (Depperin) berinisiatif melobi perbankan agar mau menurunkan suku bunga penjualan mobil menjadi satu digit. Depperin melihat ada tiga langkah untuk mengembalikan penjualan mobil, pertama, pendekatan perbankan agar menurunkan bunga di bawah 10 persen atau setidaknya sama seperti tahun lalu.Kedua, memperbaiki infrastruktur jalan menjadi lebih bagus. Ketiga, penambahan infrastruktur untuk ekspor seperti pengadaan pelabuhan mobil (car port) sehingga jika terjadi kelebihan produksi akan mempermudah pelaksanaan ekspornya.Demikian diungkapkan oleh Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika Depperin, Budhi Darmadi, di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/3/2006).Diakui Budhi, penjualan selama Januari-Februari lalu mengalami penurunan drastis. Jika rata-rata tahun lalu bisa mencapai 40 ribu unit per bulan kini hanya sebesar 26-27 ribu per bulan. Namun penurunan penjualan ini belum mengakibatkan penumpukan stok mobil yang banyak, karena sudah dialihkan untuk keperluan ekspor ke Thailand dan Malaysia, yang kedua negara ini permintaannya hanya turun 10 persen.Apalagi pelaku industri juga telah menurunkan kapasitas produksi pabrik hingga 15 persen dibanding tahun lalu.Akibat penurunan penjualan ini, banyak industri yang tidak memperpanjang kontrak kerja karyawan kontrakan. Pasalnya, industri otomotif mengurangi tiga kali shift menjadi dua kali dan mengurangi jam lembur. Namun hingga kini belum terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk karyawan tetap.Budhi juga menjelaskan, pihaknya sedang gencar melobi perbankan agar menurunkan bunga kredit. "Nanti kalau saya sebutkan banknya bisa gagal," kata Budhi yang menolak menyebutkan bank yang sedang didekatinya itu.Budhi memperkirakan penurunan penjualan ini hanya bersifat sementara. Ini terlihat dari terus dikeluarkannya model baru oleh pabrik mobil dan penambahan investasi."Itu artinya mereka berpikir ini hanya temporary," cetus Budhi. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads