Ngenesnya Ekonomi Bali Dihantam Pandemi, Begini Curhat Warganya

ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Work From Bali

Ngenesnya Ekonomi Bali Dihantam Pandemi, Begini Curhat Warganya

Dana Aditiasari - detikFinance
Minggu, 30 Mei 2021 12:27 WIB
Kuta -

Pandemi bikin ekonomi seluruh dunia babak belur. Dampaknya terasa hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Bali, jadi salah satu wilayah Indonesia yang paling parah merasakan dampak pandemi virus Corona.

detikcom berkesempatan menapakkan kaki di Bali untuk melihat sendiri, bagaimana parahnya pandemi virus Corona menghantam ekonomi kawasan ini.

Putu, pemuda 29 tahun yang sempat ditemui detikcom menceritakan kisahnya bagaimana pandemi menekan ekonomi keluarga. Pria yang berprofesi sebagai pengemudi untuk beragam event dan pariwisata mengaku tabungannya hampir habis lantaran tak ada satupun permintaan jasa pengemudi event sejak pandemi melanda.

"Dulu, normalnya kami selama seminggu selalu full order. Tiga hari event, istirahat sehari, besoknya sudah ada order lagi. Sekarang dapat order sekali sebulan saja belum tentu ada," ujar dia.

Senada dengan Putu, tekanan ekonomi yang menghantam bali selama pandemi juga dirasakan Edi, seorang driver ojek online.

"Dulu sebelum ada pandemi, saya keluar jam 6 pagi, jam 9 pagi itu minimal sudah kantongi Rp 150.000. Sekarang, keluar jam 6 pagi, sampai jam 9 malam belum tentu dapat Rp 100.000," ujar pria Kebumen yang sudah 16 tahun tinggal di Bali ini.

Menurut penelusuran detikcom, lesunya perekonomian di Bali akan sangat mudah terlihat begitu menginjakkan kaki di pulau dewata ini.

Jalan-jalan tampak sangat lengang. Tak sedikitpun tim redaksi kami menemukan kemacetan berarti layaknya Bali yang sebelumnya terkenal sebagai destinasi wisata terbaik di Asia ini.

"Dulu jalan tol Bali-Mandara kan dibangun karena bali terlalu macet. Jadi butuh jalan bebas hambatan ke bandara. Sekarang ke mana-mana di bali, jalanan lancar, nggak perlu lewat tol," ujar Edi.

Lesunya ekonomi Bali juga tercermin dari data Bank Indonesia. Pada kuartal I 2021, Bali menempati posisi paling bawah dalam hal pertumbuhan ekonomi. Benar saja, pada periode tersebut, ekonomi Bali terkontraksi hingga 9,85%. Kontraksi ekonomi yang dirasakan Bali jauh lebih besar dibanding Provinsi lain.

Dibandingkan dengan provinsi kedua terparah, Kalimantan tengah hanya mengalami kontraksi ekonomi sebesar 3,12%. Bahkan, kontraksi ekonomi yang dialami Jakarta kurang dari 2%, tepatnya 1,65%.

"Bahkan dibandingkan dengan nasional yang kontraksi ekonominya 0,74%, kontraksi ekonomi Bali sangat dalam. Dari data itu kita bisa lihat, kenapa Bali butuh pertolongan," tutur Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

(dna/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT