Selasa Besok Malaysia Lockdown, Mal-Pabrik Tutup

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 21:57 WIB
Police officers check vehicles at a roadblock to ensure that people abide by a movement control order on the outskirts of Kuala Lumpur, Malaysia, Wednesday, Oct. 14, 2020. Malaysia will restrict movements in its biggest city Kuala Lumpur, neighboring Selangor state and the administrative capital of Putrajaya from Wednesday to curb a sharp rise in coronavirus cases. (AP Photo/Vincent Thian)
Ilustrasi/Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Malaysia Lockdown mulai 1 Juni. Mal dan pabrik pun juga ditutup demi meredam laju COVID-19 yang semakin gawat.

Penutupan itu berlaku selama dua minggu terhitung Selasa besok (1/6/2021). Mengutip The Straits Times, Senin (31/5/2021), pergerakan masyarakat dibatasi, salah satunya hanya untuk radius 10 km dari tempat tinggal atau rumahnya.

Pergerakan ini pun hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti membeli bahan makanan, obat-obatan, dan layanan penting seperti kesehatan dan perbankan. Menteri Keamanan Malaysia, Ismail Sabri Yakob mengatakan hanya 17 sektor yang diizinkan selama lockdown diberlakukan.

Kebijakan ini sama seperti lockdown pada Maret dan Mei 2020. Kegiatan ekonomi yang tetap diperbolehkan beroperasi antara lain usaha makanan dan minuman, utilisasi, transportasi, perbankan, e-commerce, dan sektor komunikasi meliputi media, telekomunikasi, dan jasa pos.

Semua sektor yang diperbolehkan tetap beroperasi tersebut hanya berlaku mulai dari pukul 08.00-20.00 waktu setempat.

"Tidak ada jam malam, tapi saya berharap tidak ada orang di luar setelah jam 8 malam, karena tidak akan ada kegiatan ekonomi setelah waktu itu," kata Ismail.

Dengan keputusan lockdown dan menutup sebagian besar sektor ekonomi akan mengurangi jumlah pergerakan orang khususnya yang meninggalkan rumah untuk bekerja. Diperkirakan jumlahnya hanya menjadi 1,5 juta dari 15 juta orang.

Sebagian besar pabrik di sektor manufaktur ditutup, kecuali pabrik makanan dan minuman, produk kesehatan. Namun, sektor tersebut hanya dibatasi dengan kapasitas pegawai sebesar 60% dan jam operasinya sesuai yang ditetapkan.

(hek/hns)