Erick Thohir Singgung Impor Beras 'Salah', Ini Penjelasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 19:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa impor beras memang menjadi masalah. Dia mengungkap itu kebijakan yang salah dan harus diubah.

"Itu yang salah (impor beras) itu yang harus kita ubah. Karena kebijakan," ungkap Erick dalam podcast Deddy Corbuzier, dikutip Rabu (2/6/2021).

Selain itu, Erick juga menyinggu masalah data impor dan ekspor yang tidak pernah menjadi satu. Dia berharap data itu menjadi satu dalam data nasional.

"Impor dan ekspor juga tidak pernah menjadi satu. Pak Jokowi kemarin bilang. Data tidak pernah dalam jadi satu. program satu data nasional harus terjadi, semua jadinya jadi tidak jelas atau grey area," lanjut Erick.

Erick pun mencontohkan dengan masalah pupuk. Dia mengungkap 53%-57% pupuk sudah nonsubsidi, hanya 43% atau 47% pupuk yang subsidi. Tetapi, subsidi yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp 19 triliun naik menjadi Rp 33 triliun.

Menurut Erick, berdasarkan teori jika pasarnya menurun seharusnya subsidinya pun ikut menurun. Erick lebih lanjut mengatakan dengan digitalisasi, dengan satu data nasional ini kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaikinya.

"Kalo marketnya seringking, harusnya subsidinya makin kecil dong? Dengan digitaliasasi, kesempatan Indonesia untuk memperbaikinya. Waktunya tidak panjang, kalau dalam 3-5 tahun ke depan kita tidak mengubah hal tersebut, terlambat kita," lanjut Erick Thohir.

Tetapi Erick tidak setuju jika Indonesia gagal untuk memperbaiki data nasional negara akan miskin. Sebab Indonesia diakui memiliki banyak sumber daya alam. Selain itu, Erick Thohir mendorong agar Indonesia tidak menjadi bangsa pekerja.

"Tidak (tidak akan miskin) karena Allah adil, masih ada ikannya, pohonnya. Tetapi kita nggak mau dong jadi bangsa pekerja. Masa mau di situ aja," tandas dia

(dna/dna)