Harga Kedelai Dunia Mulai Turun, Kemendag Minta Pengusaha Sesuaikan

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 11:50 WIB
Perajin tahu di Solo terdampak kenaikan harga kedelai impor. Meski begitu, mereka tetap memproduksi tahu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ilustrasi/Foto: Agung Mardika/Detikcom
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta para importir untuk menyesuaikan harga kedelai agar terjadi kestabilan dan bisa membantu para pengrajin tahu dan tempe di tanah air tetap bisa berproduksi.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan penurunan harga kedelai dunia terjadi pada pekan ini.

"Harga kedelai dunia sudah mengalami penurunan. Kami minta dukungan para pelaku usaha, khususnya importir kedelai untuk menjaga harga kedelai impor agar harga tahu dan tempe di tingkat pengrajin tetap stabil," kata Oke dalam keterangan resminya yang dikutip, Kamis (3/6/2021).

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai mulai menunjukkan tren penurunan. Pada minggu keempat Mei 2021, harga kedelai berada di kisaran US$ 15,04/bushels atau Rp 9.220/kg landed price, turun 5,1% dari minggu sebelumnya yaitu US$ 15,86/bushels atau Rp 9.604/kg landed price.

Menurut Oke, penurunan harga kedelai dunia diharapkan terus berlanjut karena beberapa negara produsen telah memasuki masa panen.

"Meski mulai terjadi penurunan harga, namun harga kedelai dunia masih cukup tinggi. Hal ini akan berdampak pada penyesuaian sementara harga tahun dan tempe sebesar 10-15%," ujarnya.

"Kami berharap adanya penurunan harga kedelai dunia dapat disikapi secara positif oleh para pelaku usaha kedelai dalam negeri baik importir, distributor, maupun pengrajin tahu dan tempe. Hal itu untuk menjaga kelangsungan usaha tahu dan tempe nasional," tambahnya.

Kementerian Perdagangan, dikatakan Oke akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia baik saat terjadi penurunan maupun kenaikan. Tujuannya untuk memastikan harga di tingkat pengrajin tahu dan tempe, serta pasar wajar terkendali.

Kementerian Perdagangan juga akan memastikan distribusi kedelai dilakukan agar tidak terjadi ketiadaan stok. Dalam 3 bulan mendatang, kata Oke, importir akan menyalurkan kedelai paling sedikit 5.000 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan pengrajin tahu dan tempe.

Lihat juga Video: Protes Harga Kedelai Tinggi, Perajin Tahu di Purwakarta Mogok Produksi

[Gambas:Video 20detik]




(hek/eds)