Airlangga Sebut 35% Alumni Prakerja Kini Bekerja dengan 17% Berwirausaha

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 17:32 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Screenshoot/detikcom
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan program Kartu Prakerja telah mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk berwirausaha tanpa pandang usia. Banyaknya pilihan program pelatihan yang disediakan oleh program Kartu Prakerja terbukti mampu memenuhi kebutuhan dan minat masyarakat saat ini.

Tercatat sebanyak 35% dari penerima Kartu Prakerja berubah dari tidak mendapat pekerjaan menjadi bekerja dengan 17% memilih untuk berwirausaha.

"Tersedianya kemudahan akses layanan dan banyaknya pelatihan yang diberikan oleh program Kartu Prakerja, akan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengasah kemampuan sesuai dengan bidang dan minat masing-masing," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi dua lokasi usaha milik alumni program Kartu Prakerja di Kota Bogor, Jawa Barat. Kedai kopi Bencoolen milik alumni Kartu Prakerja gelombang 8, Syarief Hidayat dan warung kopi usaha milik alumni Kartu Prakerja gelombang 10, Esih.

Dalam kesempatan itu, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada penerima Kartu Prakerja yang telah maksimal memanfaatkan program ini untuk pengembangan diri. Ia juga mengaku bangga kepada masyarakat yang tidak menyerah di tengah situasi sulit di masa pandemi ini.

"Dua lokasi usaha yang kita kunjungi hari ini telah memberikan inspirasi bagi kita semua. Di masa pandemi seperti ini, tidak mematahkan semangat masyarakat Indonesia untuk terus saling bahu-membahu memulihkan kondisi perekonomian Indonesia," ujar Airlangga.

"Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat karena telah mau bekerja keras dan berusaha," imbuhnya.

Salah satu lokasi usaha yang dikunjungi oleh Airlangga adalah Kedai Kopi Bencoolen milik alumni Kartu Prakerja gelombang 8, Syarief Hidayat. Sebelumnya, Syarief berprofesi sebagai freelance project officer event. Namun, ia pun merasa kesulitan menemukan pekerjaan di masa pandemi.

Syarief mengikuti program Kartu Prakerja untuk mengasah kemampuannya dalam membuka usaha kedai kopi. Ia mempelajari strategi pemasaran bisnis kopi. Berbekal pengetahuan yang didapat dari program Kartu Prakerja, Syarief pun memulai usaha kopinya.

Tak hanya usaha kopi milik Syarief, Airlangga juga mengunjungi usaha milik alumni Kartu Prakerja gelombang 10, Esih. Di samping kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, Esih memiliki penghasilan tambahan dengan mengikuti program Kartu Prakerja. Setelah mengikuti pelatihan, Esih pun kini bisa membantu ekonomi keluarganya dengan membuka usaha warung kopi dan membuat pesanan keripik singkong.

Sebagai informasi, saat ini program Kartu Prakerja telah dilaksanakan sebanyak 16 gelombang dengan total pendaftar mencapai 62,79 juta orang. Pemerintah akan terus melanjutkan program ini karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal skilling, upskilling, dan reskilling. Airlangga berharap jumlah wirausahawan di Indonesia semakin meningkat lagi khususnya dalam momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan semakin banyaknya wirausahawan di Indonesia tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia yang akan mendorong produktivitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita," ujar Airlangga.

(akn/hns)