Jaga Sektor Pertanian & Perikanan, Pemerintah Siapkan 5 Stimulus

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 17:33 WIB
Airlangga mengatakan pemerintah akan beri 5 stimulus untuk sektor pertanian dan perikanan.
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menguatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani/nelayan. Diketahui, sektor pertanian mengalami laju pertumbuhan positif pada Q1 2021 sebesar 2,15% (yoy).

Sebagaimana diketahui, meski masih terjadi kontraksi, perekonomian Indonesia di Q1 2021 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Airlangga menjelaskan dari sisi lapangan usaha, 64,13% ekonomi Indonesia berasal dari sektor pertanian, industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Dari kelima sektor tersebut, hanya sektor pertanian yang masih mengalami laju pertumbuhan positif.

Selain itu, ia memaparkan sektor pertanian tetap tangguh selama pandemi COVID-19 dengan kontribusi nilai ekspor mencapai US$ 0,4 miliar atau 3% dari total ekspor Indonesia. Ekspor sektor pertanian mengalami kenaikan signifikan di masa pandemi COVID-19 dengan kenaikan 16,2% (yoy) dan 20,8% (mtm).

"Pemerintah telah menyiapkan stimulus ekonomi untuk menyokong sektor pertanian dan perikanan," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Dalam acara 'Silaturahmi Peternak dan Kampanye Makan Ayam dan Telur' yang berlangsung di IPB International Convention Center, Bogor, Airlangga menjelaskan secara khusus pemerintah menyiapkan 5 stimulus dan insentif untuk sektor pertanian dan perikanan. Adapun hal ini ditujukan untuk tetap menjaga kinerja kedua sektor ini. Kelima stimulus dan insentif itu antara lain.

  1. Program Padat Karya Pertanian
  2. Program Padat Karya Perikanan
  3. Banpres Produktif UMKM Sektor Pertanian
  4. Subsidi Bunga Mikro/Kredit Usaha Rakyat
  5. Dukungan Pembiayaan Koperasi dengan Skema Dana Bergulir

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menggarisbawahi program strategis sektor pangan dan pertanian di tahun 2021. Sejumlah program yang dimaksud adalah stabilitas harga dan pasokan pangan, pengembangan hortikultura orientasi ekspor, kemitraan closed loop hortikultura, peremajaan sawit rakyat, hingga pengembangan industri rumput laut.

Ia pun mengungkap pemerintah telah menyusun kebijakan dalam menjaga rantai ketahanan pangan nasional. Ada 5 program yang disusun oleh pemerintah terkait hal ini, antara lain.

  1. Implementasi UU Cipta Kerja terkait penyederhanaan, percepatan, kepastian dalam perizinan, serta persetujuan ekspor/impor.
  2. Digitalisasi UMKM yang merupakan bentuk realisasi dari dua agenda besar pemerintah saat ini, yaitu agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Transformasi Digital.
  3. Sinergi BUMN untuk distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke sentra konsumen, yaitu pengembangan sistem logistik pangan berbasis transportasi Kereta Api dalam bentuk distribusi bahan pangan ke wilayah timur.
  4. Penguatan kerja sama antardaerah khususnya dalam pemenuhan pangan.
  5. Pembentukan holding BUMN Pangan dalam penguatan Ekosistem Pangan Nasional.

"Program-program di sektor pertanian dan perikanan terus dijalankan untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani/nelayan," tegasnya.

Sementara itu, Airlangga menyebutkan industri perunggasan merupakan salah satu industri yang telah mengakar dan menjadi budaya masyarakat untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjutnya, pemerintah akan mendorong hilirisasi di industri perunggasan. Menurutnya, hilirisasi ini akan sangat membantu peternak dengan peningkatan konsumsi yang akan mendongkrak permintaan daging ayam dan telur. Dengan peningkatan konsumsi daging dan telur ayam ras, ia berharap optimalisasi sumber daya produksi dapat dilakukan serta peternak ayam lebih sejahtera.

"Ke depan, ayam maupun telur diharapkan bisa menyelesaikan persoalan kebutuhan gizi yang dapat mendorong imunitas dan pencegahan COVID-19," pungkasnya.

(fhs/hns)