Blok Cepu Bakal Hasilkan Duit US$ 3,3 Miliar per Tahun
Rabu, 15 Mar 2006 16:11 WIB
Jakarta - Blok Cepu memang menggiurkan. Bayangkan, jika beroperasi penuh, ladang minyak terbesar kedua di Indonesia ini akan mampu menghasilkan duit hingga US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 30 triliun. Wuih...!!!"Bagian terbesar pendapatan tersebut diperoleh negara," ujar Dirut Pertamina Ari Soemarno.Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers usai penandatanganan Kesepakatan Kerjasama Operasi atau Joint Operation Agreement (JOA) antara PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Mobil Cepu Limited (MCL) serta Ampolex (Cepu) Pte Ltd.Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Gedung Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (15/3/2006). PT PEPC diwakili oleh Dirut Hestu Subagyo dan Exxon diwakili oleh Presiden ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) Peter J. Coleman. Bertindak sebagai saksi adalah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sugiharto, Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno dan Kepala BP Migas Kardaya Warnika.PT PEPC, MCL dan Ampolex menandatangani JOA Blok Cepu yang merupakan kelanjutan dari digantinya technical assistance contract (TAC) Cepu dan implementasi kontrak kerjasama Blok Cepu yang sudah diteken September 2005 lalu. Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, semua pihak yang terkait bisa segera melakukan aktivitas dan investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menemukan serta eksplorasi lanjutan di Blok Cepu selama 30 tahun masa kontrak.JOA memberi rincian dasar untuk kerjasama operasi di Blok Cepu. Ketiganya akan menyediakan manajemen supervisi, keselamatan, teknologi dan tenaga kerja sesuai perjanjian. Sebagai organisasi operasi telah dibentuk di dalam Cepu Organisation Agrement yang terpisah.President EMOI Peter J. Coleman mengatakan, pengembangan Blok Cepu akan menjadi proyek kelas dunia yang akan melibatkan teknologi mutakhir investasi yang besar dan kemampuan dalam menjalankan proyek seperti juga keahlian serta pengalaman dari kedua belah pihak. "Saya senang kami telah mencapai kesepakatan dengan Pertamina yang akan menjadi dasar bagi hubungan yang saling menguntungkan untuk waktu yang akan datang. Ini merupakan penemuan besar Indonesia dalam 3 dekade," ujar Coleman dengan wajah yang berseri-seri.Sementara Ari Soemarno mengatakan, JOA telah melalui negosiasi yang panjang yakni 33 kali perundingan berkelanjutan yang berlangsung dalam beberapa tahun untuk mengoperasikan Blok Cepu. "Hasil ini merupakan upaya maksimal," ujar Ari seraya tersenyum puas.Demikian pula Sugiharto yang tampak sumringah. "Hari ini peristiwa penting antara Pertamina dan Exxon mengenai Blok Cepu menandai kerjasama kongkret mengembangkan wilayah kerja Cepu dan sekitarnya. JOA begitu panjang dan berlarut-larut sehingga berakibat bagi penundaan penerimaan negara," ujarnya. Blok Cepu diharapkan mampu memroduksi sekitar 165 ribu barel per hari pada akhir tahun 2008 atau awal 2009. Untuk pengoperasiannya, Blok Cepu memerlukan dana sekitar US$ 2-2,5 miliar. Berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) Blok Cepu yang diteken 17 September 2005, bagian negara mencapai 85 persen, Pertamina 6,75 persen, ExxonMobil 6,75 persen dan BUMD 1,5 persen.
(qom/)











































