Luhut Dikabarkan Terbang ke China, Mau Temui Siapa?

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 05 Jun 2021 12:15 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan dikabarkan mengunjungi China pada 5-9 Juni atas undangan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin, pada Jumat dilansir CGTN, Sabtu (5/6/2021). Media tersebut menyebut kedatangan Luhut sebagai Utusan Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wang Yi dan Luhut akan memimpin bersama pertemuan pertama tentang dialog tingkat tinggi dan mekanisme kerja sama China-Indonesia di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya.

"Sebagai negara berkembang utama dan ekonomi yang meningkat, China dan Indonesia memiliki banyak kesamaan untuk dibicarakan dan menikmati kepentingan bersama yang luas, dengan ruang kerja sama yang besar," kata juru bicara tersebut.

China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara, memanfaatkan mekanisme dialog dan kerja sama tingkat tinggi dan memajukan hubungan bilateral agar lebih bermanfaat di era pascapandemi untuk memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

detikcom sudah mencoba menghubungi Juru Bicara Menkomarves, Jodi Mahardi. Namun belum ada respons untuk memberikan keterangan resmi.

Diketahui, Wang Yi pada Januari lalu berkunjung ke Indonesia. Dia ke Danau Toba didampingi oleh Luhut.

Hal itu diungkapkan oleh Jodi kala itu. Seharusnya kunjungan Wang Yi yang juga anggota Dewan Negara China itu jadwalnya tahun lalu, namun pandemi COVID-19 telah menunda rencana itu.

"Wang Yi sejak Februari tahun lalu memang sudah rencana ke Toba, namun tertunda karena COVID-19," kata Jodi kepada detikcom, 11 Januari 2021.

Tujuan mereka bertemu adalah untuk membahas investasi dan proyek kerja sama lainnya di sektor pariwisata. Tidak lupa juga soal kerja sama penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

"Di sana antara lain akan membahas isu-isu investasi dan proyek strategis, serta kerja sama pariwisata serta kerja sama penanganan COVID dan pemulihan ekonomi nasional. Pak Menko didampingi antara lain Wamendag serta Dirjen HPI (Hukum dan Perjanjian Internasional), dan Plh Dirjen Aspasaf Kemlu," ucapnya.

(toy/ara)