Pertaruhan Para Artis Beli Klub Bola, Bakal Untung atau Buntung?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2021 13:16 WIB
Raffi Ahmad telah mengakuisisi Cilegon United. Kini klub Liga 2 itu berganti nama menjadi RANS Cilegon FC.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Banyaknya artis dan pesohor di Indonesia yang membeli dan mengakuisisi klub sepak bola dinilai memberikan dampak positif. Hal ini dinilai mampu menggairahkan industri sepak bola nasional.

Salah satu pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni, dengan banyaknya artis yang terjun ke bisnis sepak bola menunjukkan bahwa persepakbolaan tanah air masih memiliki daya tarik yang besar di samping banyak masalah yang dihadapi.

"Itu menunjukkan bahwa, dengan segala permasalahannya, daya tariknya sepak bola di Tanah Air masih sangat besar," kata pria yang akrab disapa Bung Kus ini kepada detikcom, Minggu (6/6/2021).

Para artis yang memiliki klub sepak bola ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik untuk tetap menikmati sepak bola. Industri yang sempat tertekan karena pandemi, diharapkan akan bergairah kembali dengan suntikan modal dan cara pengelolaan yang dilakukan para artis ini.

"Hadirnya para pesohor itu cukup positif bagi sepak bola nasional. Selain meningkatkan kepercayaan publik, juga membantu menggairahkan kembali industrinya yang agak tertekan selama masa pandemi ini," ungkap Bung Kus.

Keuntungan bagi para artis yang menjadi petinggi klub jelas terjadi apabila kompetisi kembali berjalan, khususnya apabila televisi mau menyiarkan pertandingan. Dengan hadirnya artis-artis sebagai petinggi klub dinilai Bung Kus, mampu memberi daya tarik agar pertandingan sepak bola bisa disiarkan lebih banyak.

Di sisi lain pun, Bung Kus mengatakan, para pengiklan dan sponsor akan semangat dan menyerbu pihak klub yang petingginya adalah artis. Dengan begitu, perputaran ekonomi di bisnis industri sepak bola akan bergerak.

"Pihak pengelola TV jadi makin tertarik menyiarkan. Produsen dan pengiklan juga jadi lebih bersemangat kembali memberi dukungan," ujar Bung Kus.

Tantangannya kini ada di PSSI dan operator penyelenggara kompetisi. Bung Kus menilai mereka harus bisa memfasilitasi kompetisi yang menarik, profesional, sportif, dan akuntabel. Kalau itu gagal diwujudkan, para artis yang menjadi petinggi klub ini bisa saja akan kecewa.

"Kalau begitu, investasi mereka mungkin hanya seumur jagung. Dan itu bisa membawa citra buruk bagi sepak bola nasional," kata Bung Kus.

Memang belakangan ini sederet artis papan atas mulai mengakuisisi klub sepak bola. Paling anyar, Gading Marten menjadi artis papan atas yang terjun ke bisnis sepak bola. Dia mengakuisisi klub Liga 3 Persikota Tangerang.

Deretan artis lainnya, ada Raffi Ahmad yang pertama kali mengakuisisi klub Cilegon FC. Raffi langsung mengubah nama klub tersebut menjadi Rans Cilegon FC, dan melakukan transformasi pada manajemen hingga fasilitas klub.

Ada juga Kaesang Pangarep, anak Presiden Joko Widodo yang eksis di sosial media. Kaesang diketahui menjadi jajaran pemegang saham besar di klub Persis Solo, dia pun langsung didapuk jadi Direktur Utama klub yang berlaga di Liga 2 tersebut.

Belum lama ini, ada juga Atta Halilintar, seleb yang tenar di jagat YouTube ini, baru saja memperkenalkan klub sepak bola AHHA PS Pati FC. Atta memperkenalkan klub yang baru dibesutnya ini lewat akun Instagram resminya. Belum ada penjelasan apakah klub ini baru dibentuk atau mengakuisisi klub sepak bola yang sudah ada.



Simak Video "Dijodohkan dengan Gading Marten, Kirana Larasati: Stay Friend Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)