Dapat Curhat Pengusaha Kecil soal Serbuan Impor, Ini Kata Airlangga

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2021 18:01 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat curhatan dari salah satu pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) saat berkunjung ke pabrik tenun di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat lalu.

Dudi Gumilar (50) salah satu pelaku IKM bercerita kepada Airlangga banyak rekan-rekannya sesama pelaku IKM sudah gulung tikar akibat pademi COVID-19, tingginya harga bahan baku dan maraknya barang impor.

"Jadi dulu IKM ini disebut pengusaha yang tahan banting. Sekarang dengan situasi adanya COVID, adanya kenaikan bahan baku, adanya maraknya barang impor itu mengubah kami pak. Bukan lagi tahan banting tapi tahan napas Pak," ujar Dudi, dikutip Minggu (6/6/2021).

"Teman-teman saya ada yang sudah memberhentikan produksinya pak. Kesatu alasannya permodalannya nggak kuat pak. Sekarang bahan baku katun yang serat kenaikannya 18-20%. Untuk bahan polyster kenaikannya sekitar 30%. Kalau ada kenaikan beras atau minyak itu ada operasi pasar. Tapi kalau ada kenaikan benang tidak ada operasi pasar," lanjutnya.

Dudi berharap pemerintah segera melakukan regulasi terhadap barang-barang impor yang merusak harga pasar dalam negeri. Untuk itu Dudi berharap IKM yang selama ini menghidupi puluhan ribu tenaga kerja, bisa dibantu oleh pemerintah.

"Harapan saya Pak Airlangga mungkin bisa bantu untuk membatasi atau memperkecil malahan menghilangkan barang-barang impor itu," ujar Dudi.

Merespon curhatan itu, Airlangga tegas mengatakan pemerintah akan berkomitmen untuk mendukung IKM. Airlangga juga menyampaikan regulasi terkait barang impor tengah dikaji pemerintah dan draft regulasinya sudah diajukan oleh Kementerian Perindustrian dan kini tengah dikaji oleh Kementerian Keuangan.

"Tentu pemerintah komit untuk mendukung Industri Kecil dan Menengah karena IKM ini apalagi di sentra Majalaya ini harus mempunyai daya saing dibandingkan yang lain karena ini sudah klaster tersendiri dan tentu banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah termasuk tadi terkait dengan modal kerja," tegas Airlangga.

"Terkait regulasi barang-barang impor yang disampaikan pak Dudi tadi itu sudah masuk dalam kajian kami. Sudah diserahkan drafnya oleh Pak Agus Gumiwang selaku Menperin dan sekarang sudah di Menkeu. Tinggal tunggu waktu sebentar lagi regulasi itu akan diterbitkan," ungkap Airlangga.

Selain regulasi tersebut, pemerintah juga memiliki program tambahan bantuan permodalan dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Kalau kreditnya tidak sedang macet ada program dari pemerintah dalam rangka pandemi COVID untuk memberikan tambahan modal kerja. Untuk itu bisa restrukturisasi utang dua tahun. Ditambah modal kerja apalagi kalau untuk ekspor," pungkas Airlangga.

(dna/dna)