Demam Artis Nyemplung ke Bisnis Klub Bola, Bakal Untung?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 07:30 WIB
Ilustrasi Bola, Ilustrasi sepak pojok
Foto: iStock/mikkelwilliam
Jakarta -

Deretan artis papan atas Indonesia berbondong-bondong mengelola klub sepak bola. Dengan kekayaan dan harta yang mereka miliki, para artis ini mengakuisisi beberapa klub sepak bola di Indonesia.

Mulai dari Raffi Ahmad sampai Gading Marten satu per satu terjun mengelola klub bola. Nah para artis ini ternyata dinilai mampu menggairahkan industri sepak bola yang saat ini sebetulnya sedang terpuruk akibat pandemi.

Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni, dengan banyaknya artis yang terjun ke bisnis sepak bola menunjukkan bahwa persepakbolaan tanah air masih memiliki daya tarik yang besar di samping banyak masalah yang dihadapi.

"Itu menunjukkan bahwa, dengan segala permasalahannya, daya tariknya sepak bola di Tanah Air masih sangat besar," kata pria yang akrab disapa Bung Kus ini kepada detikcom, Minggu (6/6/2021).

Para artis yang memiliki klub sepak bola ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik untuk tetap menikmati sepak bola. Industri yang sempat tertekan karena pandemi, diharapkan akan bergairah kembali dengan suntikan modal dan cara pengelolaan yang dilakukan para artis ini.

"Hadirnya para pesohor itu cukup positif bagi sepak bola nasional. Selain meningkatkan kepercayaan publik, juga membantu menggairahkan kembali industrinya yang agak tertekan selama masa pandemi ini," ungkap Bung Kus.

Keuntungan bagi para artis yang menjadi petinggi klub jelas terjadi apabila kompetisi kembali berjalan, khususnya apabila televisi mau menyiarkan pertandingan. Dengan hadirnya artis-artis sebagai petinggi klub dinilai Bung Kus, mampu memberi daya tarik agar pertandingan sepak bola bisa disiarkan lebih banyak.

Di sisi lain pun, Kusnaeni mengatakan, para pengiklan dan sponsor akan semangat dan menyerbu pihak klub yang petingginya adalah artis. Dengan begitu, perputaran ekonomi di bisnis industri sepak bola akan bergerak.

"Pihak pengelola TV jadi makin tertarik menyiarkan. Produsen dan pengiklan juga jadi lebih bersemangat kembali memberi dukungan," ujar Bung Kus.

Tantangannya kini ada di PSSI dan operator penyelenggara kompetisi. Bung Kus menilai mereka harus bisa memfasilitasi kompetisi yang menarik, profesional, sportif, dan akuntabel. Kalau itu gagal diwujudkan, para artis yang menjadi petinggi klub ini bisa saja akan kecewa.

Bung Kus juga blak-blakan soal sedihnya bisnis klub bola belakangan ini. Bagaimana kisahnya? Baca di halaman berikutnya.



Simak Video "Raffi Ahmad Lagi-lagi Absen Mediasi Gugatan Party Usai Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]