Viral Insentif Anjlok Usai Merger GoTo, Driver Minta Penjelasan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 10:21 WIB
Driver Gojek
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Para driver ojek online (ojol) dikabarkan menggelar aksi mogok buntut dari turunnya insentif pasca merger Gojek-Tokopedia menjadi GoTo. Kabar tersebut berkembang lewat tangkapan layar siaran pers yang diterima awak media dengan judul 'Maaf untuk Konsumen, Kami Mogok Kerja karena GoTo Tidak Memanusiakan Kami'.

"GoTo dengan tanpa berunding dengan kami sebagai mitra mereka, memutuskan secara sepihak pengurangan insentif bagi driver dalam layanan Gokilat. Pengurangan insentif bagi driver layanan Gokilat ini tentu sangat merugikan driver, apalagi kami hanya menerima pendapatan 2.000/km," demikian bunyi siaran pers itu seperti dikutip detikcom, Senin (7/6/2021).

Tangkapan layar itu tidak memuat identitas atau nama asosiasi driver di dalamnya. Informasi tersebut hanya memuat rincian penurunan insentif. Di Jabodetabek misalnya, sebelumnya insentif 5 pengantaran Rp 10.000 menjadi Rp 1.000/pengantaran untuk 1-9 pengantaran.

Merespons hal tersebut, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, hingga saat ini tidak ada aksi mogok yang dilakukan oleh para driver. Dia mengatakan, aktivitas driver seperti biasanya.

"Saya cek rekan-rekan di lapangan tidak ada aksi mogok, hanya sebaran-sebaran saja di medsos karena pihak penyebar rilis atau berita juga tidak memberikan informasi kepada Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia," katanya.

Pihaknya juga belum mendapat informasi dari pihak GoTo terkait turunnya insentif pasca merger. Maka itu, ia meminta GoTo memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan pada para driver.

"Pihak GoTo harus melakukan klarifikasi terbuka terkait skema insentif bonus terbaru agar tidak menimbulkan keresahan di rekan-rekan pengemudinya agar tercipta ekosistem yang kondusif dan transparan," katanya.

"Apalagi dengan telah mergernya Gojek dengan Tokopedia menjadi GoTo diharapkan dapat memberikan kesejahteraan yang lebih daripada sebelumnya kepada para mitra pengemudi ojolnya," tambahnya.

Namun begitu, Igun mengonfirmasi jika insentif yang diterima driver mengalami penurunan, baik dari sisi pengiriman barang maupun penumpang. "Insentif memang turun," katanya.

(acd/fdl)