Apa Kabar Anggaran PEN Rp 699 T?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 14:22 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi
Jakarta -

Demi memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, pemerintah menyiapkan dana pemulihan ekonomi nasional atau PEN yang besarnya mencapai Rp 699,43 triliun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini realisasi penyaluran dana PEN mencapai 29,9%.

Jumlah realisasi sudah naik Rp 86,7 triliun daripada realisasi penyaluran di kuartal satu 2021 yang sebesar Rp 123,20 triliun.

Bila ditotal, dana PEN yang sudah digelontorkan pemerintah sebanyak Rp 209 triliun dari total dana PEN yang dianggarkan sebesar Rp 699,43 triliun.

"Pelaksanaan dari program PEN itu telah mencapai 29,9% dari pagu. Atau naik Rp 86,7 triliun dari kuartal pertama yang mencapai Rp 123,20 triliun," ungkap Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (7/6/2021).

Dia melanjutkan, sejauh ini realisasi terbesar dilakukan pada sektor insentif usaha yang sudah mencapai 79,9% dari seluruh pagu yang dianggarkan.

"Kemudian, realisasi PEN di sektor perlindungan sosial 39,2%," kata Airlangga.

Setelah itu di sektor program prioritas 28%. Lalu untuk dukungan korporasi realisasinya sudah 21%. Kemudian paling kecil realisasinya untuk sektor kesehatan sebesar 18,8%.



Simak Video "Per 11 Mei, Realisasi Dana PEN 2021 Capai Rp 1,7 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)