Keakraban Jokowi dan Xi Jinping di Balik Mesranya RI-China

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 06:01 WIB
Jokowi dan Xi Jinping di Osaka
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta -

Di balik mesranya hubungan pemerintah Indonesia dengan China, ternyata ada kisah keakraban antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping.

Bahkan, menurut Menteri Luar Negeri China Wang Yi, kedua presiden sejak awal pandemi sudah melakukan hubungan diplomasi yang sangat intens. Secara langsung keduanya disebut telah empat kali berbicara lewat sambungan telepon dalam setahun terakhir.

Hal itu diungkapkan Wang Yi saat melakukan dialog tingkat tinggi dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Sabtu 5 Juni yang lalu. Wang Yi dan Luhut meneken MoU Establishing a High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM).

"Sejak tahun lalu, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo telah empat kali berbicara melalui telepon untuk membahas kerja sama bilateral dalam memerangi pandemi dan pembangunan, yang mendorong kemajuan baru dalam kemitraan strategis komprehensif China-Indonesia," ungkap Wang Yi dalam keterangan Kemenlu China, dikutip detikcom dari website resmi fmprc.gov.cn, Selasa (8/6/2021).

Wang Yi juga mengatakan Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki posisi penting di dunia. Dia mengatakan China selalu memandang hubungan diplomatik dengan Indonesia dari perspektif strategis dan mengembangkan kerja sama China-Indonesia dari perspektif global.

Keakraban Jokowi dengan Xi Jinping bukan cuma diungkapkan oleh Wang Yi saja. Kedua pimpinan negara ini dikabarkan akan menjadi yang pertama menjajal kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek tersebut memang merupakan kerja sama antara dua negara.

Pada November 2022 nanti Jokowi dan Xi Jinping akan membuka uji coba kereta cepat Jakarta-Bandung. General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Mirza Soraya menyatakan rencana itu memang sudah dibuat, namun belum bisa dipastikan karena masih dibahas di level tingkat tinggi.

Cuma yang jelas, pihaknya akan siap menjalankan agenda tersebut bila nantinya telah diputuskan Jokowi dan Xi Jinping akan menjajal kereta cepat.

"Mengenai informasi atau berita terkait rencana diagendakan Presiden Jokowi mengajak Presiden China saat uji coba ini memang masih dibahas di level tingkat kepala negara. Tetapi kalau memang ditugaskan nantinya uji cobanya akan ada Presiden RI dan China, kita siap saja," jelas General Manager Corporate Secretary KCIC, Mirza Soraya, kepada detikcom, Minggu (7/6/2021).

Kembali ke Wang Yi, dalam pertemuannya dengan Luhut, kedua pihak mendapatkan 5 kesepakatan dalam kerja sama antara ke dua negara. Pertama peningkatan kepercayaan politik strategis antar dua negara, kedua kerja sama pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19, dan ketiga peningkatan kerja sama Belt and Road Initiative.

Kemudian yang keempat adalah peningkatan kerja sama maritim dan perikanan. Lalu yang kelima adalah kesepakatan pertukaran budaya China dan Indonesia.



Simak Video "Joe Biden Telepon Xi Jinping Dua Jam, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)