Seret! Pertengahan Tahun, Anggaran Kementan Baru Terserap 20%

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 11:40 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR-RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Realisasi anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) per 6 Juni 2021 sebesar Rp 4,1 triliun. Di pertengahan tahun ini, realisasinya baru sekitar 20,93% dari keseluruhan pagu anggaran senilai Rp 19,80 triliun.

"Realisasi anggaran sampai 6 Juni 2021 20,93% dengan memperhitungkan outstanding kontrak Rp 1,5 triliun maka realisasi anggaran mencapai 28,87%," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (9/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP Sudin mengkritisi penyerapan anggaran 2021 Kementan yang dinilainya masih minim. Dia meminta seluruh jajaran mempercepat realisasi anggaran tersebut.

"Komisi IV mengkritisi realisasi penyerapan anggaran 2021 yang hingga saat ini masih di bawah 50%. Ini sudah bulan Juni, insya Allah tidak lama lagi sudah habis 2021-nya. Kalau outstanding kontrak itu cuma Anda, eselon I sama Tuhan yang tahu jadi jangan dibawa-bawa outstanding-nya," tegasnya.

Lebih rinci disampaikan capaian per unit kerja di mana Direktorat Tanaman Pangan mencatat realisasi anggaran terserap hanya sebesar 12,8% dengan outstanding kontrak berjalan 16%.

Kemudian Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan juga menyatakan serapan hanya di kisaran 13% dengan nilai outstanding 13%. Lalu Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan per awal Juni hanya mampu menyerap 15,96% anggaran.

Beberapa unit kerja yang memiliki serapan di atas 30% adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) menyerap 32,4% untuk periode sama. Kemudian Badan Karantina Pertanian dengan capaian 35,03%. Lalu Badan Ketahanan Pangan dengan catatan 44,6%.

Sampai akhir Mei 2021, realisasi kegiatan utama Kementan untuk pengembangan padi mencapai 33,14%, pengembangan jagung 26%, kawasan bawang merah 15%, kawasan aneka cabai 17%, kawasan rempah 48,37%, kawasan karet 45,45%, kawasan kakao 34,36%, penyediaan benih ternak unggul 51,58%, penyediaan bibit ternak unggul 40,75%, hijauan pakan ternak 47,91%, dan optimalisasi reproduksi 44%.

Sementara pada 2022, Kementan mendapat rencana anggaran sebesar Rp 14,51 triliun. Dengan jumlah itu, target produktifitas utama ditetapkan 55,20 juta ton untuk komoditas padi, 20,10 juta ton jagung, 0,3 juta ton kedelai, 1,64 juta ton bawang merah, 2,80 juta ton cabai, 2,3 juta ton gula, dan daging sapi 0,44 juta ton.

Lihat juga video 'Ekspresi Jengkel Jokowi soal Subsidi Pupuk yang Besar Tak Buahkan Hasil':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)