Jateng Tolak Broker Blok Cepu

Investor Mulai Berdatangan

Jateng Tolak Broker Blok Cepu

- detikFinance
Kamis, 16 Mar 2006 14:30 WIB
Semarang - Mengelola bisnis perlu kehati-hatian. Prinsip itulah yang diterapkan Pemprov Jateng. Karena tak ingin merugi, mereka belum memilih investor yang akan jadi mitra kerjanya dalam eksplorasi Blok Cepu. Padahal investor sudah berduyun-duyun datang.Wakil Gubernur Jateng Ali Mufiz menyatakan, sebagian besar investor berasal dari Jakarta. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang properti dan migas berskala nasional dan internasional. Namun hingga kini, mereka belum diverifikasi."Meski belum ada verifikasi, kami tetap berhati-hati. Prinsip kami, broker jangan sampai masuk. Kalau ada orang minta bertemu dengan kami, tapi tidak jelas perusahaannya, langsung kami tolak," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jl. Pahlawan Semarang, Kamis (16/3/2006).Sebagian perusahaan yang sudah menawarkan diri ikut terlibat dalam proyek eksplorasi Blok Cepu diantaranya, PT Duta Anggada Real Estate, PT Duta Energi, PT Pendawa Mandiri Abadi. Kemudian, beberapa pengusaha nasional juga sudah mengkonfirmasi untuk bertemu dengan Pemprov Jateng."Saya lupa beberapa nama nama perusahaannya. Mereka pengusaha nasional dan bergreak di bidang migas. Bahkan ada salah satu investor yang berniat menutup semua PI (Paticipating Interest) Jateng," ungkap Mufiz.Ketika ditanya soal deadline verifikasi investor, Mufiz tak mau menjawab. Lelaki yang sebelumnya dikenal sebagai pengajar di Universitas Diponegoro ini meyebutkan bahwa soal verifikasi merupakan wewenang PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah) sebagai BUMD yang mengelola Blok Cepu.Belum ditentukannya investor yang nantinya akan bermitra dengan Pemprov Jateng dikarenakan Exxonmobil dan Pertamina belum membahas secara detail biaya eksplorasi. Hal itu mengakibatkan pemerintah daerah belum bisa mengkalkulasi jumlah dana yang diikutkan dalam proyek tersebut."Kalau Exxon dan Pertamina sudah menghitung biaya, maka kita tahu jumlah 10 persennya yang jadi bagian empat pemerintah daerah. Dari situ, kita bisa menentukan berapa banyak investor yang kita gandeng," jelasnya.Mufiz berharap PT SPJT punya inisiatif mengambil langkah-langkah yang efektif dan efisien, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Tak hanya untuk proyek Blok Cepu, tapi juga untuk investasi di bidang lain. Karena perusahaan tersebut memang didesain untuk ikut menaikkan PAD dengan menggali potensi daerah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads