PPN Sembako Bikin Heboh, Sri Mulyani 'Jadi' Kikuk

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 14:14 WIB
Poster
PPN Sembako Bikin Heboh, Sri Mulyani 'Jadi' Kikuk
Jakarta -

Kabar PPN sembako bikin heboh masyarakat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum memberi banyak penjelasan terkait rencana ini. Hal ini, kata Sri Mulyani, dikarenakan Rancangan Undang-Undang (RUU) KUP terkait pengenaan PPN sembako hingga sekolah itu sendiri masih belum dibahas di sidang paripurna bersama DPR.

"Mengenai masalah PPN, mungkin Komisi XI juga memahami kita menyampaikan RUU KUP yang sampai hari ini belum disampaikan, dibacakan di paripurna. Kami tentu dari sisi etika politik belum bisa melakukan penjelasan ke publik sebelum ini dibahas karena ini dokumen publik yang kami sampaikan pada DPR melalui Surat Presiden," katanya dalam raker bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (10/6) kemarin.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menyayangkan adanya RUU KUP yang bocor ke masyarakat saat belum waktunya dibahas. Dia memastikan saat ini pemerintah masih fokus untuk pemulihan ekonomi.

"Ini memang situasinya menjadi agak kikuk karena ternyata dokumennya keluar karena memang sudah dikirimkan kepada DPR juga sehingga kami tidak dalam posisi untuk bisa menjelaskan keseluruhan arsitektur dari perpajakan kita, yang keluar sepotong-sepotong yang kemudian di-blow up dan seolah-olah menjadi sesuatu yang tidak bahkan mempertimbangkan situasi hari ini," jelasnya.

Kalaupun RUU KUP terkait PPN sembako tersebut benar-benar terealisasi, Sri Mulyani menjelaskan bahwa belum tentu semua yang diusulkan pemerintah disetujui dan dijalankan dalam waktu dekat. Nantinya semuanya akan dibicarakan terlebih dahulu oleh DPR RI.

"Itu semua kita akan presentasikan secara lengkap, by sektor, by pelaku ekonomi kenapa kita mengusulkan pasal ini, landasannya apa dan kalau pun itu adalah arah yang benar apakah harus sekarang, apakah harus 6 bulan, apakah harus tahun depan, itu semuanya nanti kita ingin membahas secara penuh dengan Komisi XI," tegasnya.

Sri Mulyani menyebut APBN perlu disehatkan kembali dengan tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi dan harus dilakukan dengan hati-hati. Dia pun memastikan bahwa saat ini rakyat masih mendapat bantuan insentif perpajakan.

"APBN kita berikan untuk membantu masyarakat survive. Seolah-olah PPnBM untuk mobil diberikan, sembako dipajaki itu kan teknik hoax yang bagus banget memang," tandasnya.

Karenanya hingga saat ini, kemenkeu masih belum bisa memberikan penjelasan lebih detail terkait rencana pengenaan PPN sembako.

Simak video 'Daftar Bahan Pokok yang Kena Pajak PPN 12%':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)