Perusahaan Pembiayaan Disuntik Bank Jago Rp 150 M, Uangnya Buat Apa?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 18:23 WIB
Nilai tukar rupiah hari ini mengalami koreksi harian terparahnya di 2015. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.795 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.610 per dolar AS. Petugas vallas di Money Changer Dolarindo Melawai, Jakarta Selatan menunjukan uang dolar AS, Rabu (12/8/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perusahaan pembiayaan PT Radana Bhaskara Finance Tbk atau Radana Finance mendapatkan tambahan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 150 miliar dari Bank Jago. Penandatanganan akad kredit dilakukan pada Kamis (10/6/2021), dilakukan oleh Direktur Keuangan Rizalsyah Riezky dan Direktur Operasional Arif Budiman.

Bulan lalu, perusahaan yang bernaung di bawah bendera Rubicon (Archipelago Capital Partner) dan TMT (Tiara Marga Trakindo) Group tersebut baru saja mendapatkan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 50 miliar dan fasilitas forex sebesar US$ 5 juta dari Bank Permata.

Hal ini membuktikan bahwa Radana Finance semakin dipercaya oleh rekan-rekan perbankan dalam melakukan transformasi bisnisnya.

"Penambahan fasilitas dari Bank Jago tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pendanaan Radana Finance sampai dengan akhir 2021." ungkap Rizal.

Hingga akhir Mei 2021, Radana Finance telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 425 miliar. "Radana Finance memiliki dua produk utama untuk memenuhi kebutuhan sektor UKM, yakni: Pembiayaan Anjak Piutang dan Asset-Based Financing," kata Milokevin Wendiady selaku Direktur Bisnis.

Radana melayani pembiayaan anjak piutang dalam bentuk pembelian piutang usaha untuk kebutuhan modal kerja. Dengan produk ini konsumen dapat mencairkan invoice/tagihan yang dimiliki dengan lebih cepat tanpa perlu menunggu jatuh tempo invoice/tagihan sehingga dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan usaha debitur.

Selain itu, Radana Finance juga melayani Asset-Based Financing yang merupakan pembiayaan dengan jaminan asset untuk pembelian alat berat/truk baru atau bekas, maupun refinancing. Pembiayaan ini ditujukan untuk kebutuhan modal kerja/investasi dan memiliki beberapa tipe fasilitas, yakni: sewa balik, sewa guna usaha, dan pembayaran angsuran.

Radana Finance menargetkan untuk terus memperkuat organisasi agar menjadi pemimpin pasar di sektor pembiayaan UKM. Hingga akhir tahun 2021, pembiayaan baru ditargetkan mencapai Rp 1,5 triliun.

"Kami optimis akan mencapai target tersebut dengan terus melakukan inovasi terhadap produk dan proses bisnis. Selain itu, kami juga terus melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait" Radana berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan sektor UKM mendapatkan akses keuangan yang lebih baik.

"Hal ini juga selaras dengan visi perseroan untuk menjadi mitra keuangan andal dan pilihan utama nasabah UKM di Indonesia," tambah Milokevin.

Hingga kuartal I-2021, bisnis baru Radana Finance terus berkembang pesat. Tercatat, Radana Finance membukukan laba bersih sebesar Rp 7,2 miliar atau melejit 154% dari posisi yang sama tahun sebelumnya (year on year).

"Radana Finance akan terus berusaha untuk mempertahankan kinerjanya sehingga dapat terus dipercaya oleh pihak perbankan sebagai sumber pendanaan sehingga kami terus dapat menjadi mitra andal dan sahabat terpercaya bagi pelaku usaha yang membutuhkan solusi keuangan," tutup Rizal.

(dna/dna)