Ekonomi Tak Bisa Pulih Kalau UMKM Belum 'Sembuh'

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 12 Jun 2021 16:30 WIB
Sunarto (49) tetap berkarya meski usaha kerajinan rotan yang digelutinya terdampak pandemi. Ia pun turut mereparasi barang kerajinan yang terbuat dari rotan.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini Indonesia sedang dalam proses pemulihan perekonomian nasional. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan memang seluruh pihak harus saling membantu dalam proses pemulihan ini.

"Ekonomi (Indonesia) tidak akan pulih sebelum sektor swasta dan UMKM pulih," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan UMKM memiliki peran besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Karena itu untuk menjaga daya tahan UMKM, pemerintah mengalokasikan anggaran dukungan terhadap UMKM dan korporasi sebesar Rp 184,3 triliun, serta dukungan insentif usaha sebesar Rp 58,46 triliun.

Menurutnya, UMKM berperan penting dalam menciptakan kesempatan kerja dan memacu kreativitas masyarakat dalam membuat sebuah produk yang berkualitas.

Dia mengungkapkan sangat mengapresiasi inisiatif yang sangat baik dari sektor swasta karena telah berpartisipasi bersama pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional.

Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Zakir Machmud mengungkapkan kontribusi sektor swasta seperti AFC dibutuhkan untuk mendorong geliat perekonomian khususnya UMKM.

Menurut dia, pemerintah tak bisa sendiri dalam membangkitkan UMKM. "Partisipasi dari pihak lain, dalam hal ini swasta dan komunitas sangatlah dibutuhkan untuk menciptakan pasar bagi produk UMKM," jelas dia.

Karena itu AFC Indonesia menggelar acara Recognition Spirit of Samurai di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemulihan sektor pariwisata di Bali yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Selain itu, secara luas acara ini juga diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap percepatan pemulihan ekonomi di Tanah Air.

Perlu diketahui, kegiatan Recognition Spirit of Samurai yang rencananya akan dihadiri oleh 800 peserta akan turut pula mengundang para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Di acara akbar ini, seluruh leader di AFC dari seluruh Indonesia direncanakan akan hadir untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Di kegiatan ini akan ada banyak kisah sukses sekaligus tips dan trik untuk dapat sukses di AFC. Acara dipastikan akan tetap menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan super ketat sebagaimana dianjurkan oleh pemerintah Indonesia.

(kil/eds)