Bertemu Startup Bandung, Putri Tanjung Pesan Inovasi Pasar

Dony Indra Ramadhan - detikFinance
Sabtu, 12 Jun 2021 22:19 WIB
Putri Tanjung dan CEO Telkomsel
Foto: Dony Indra Ramadan/detikcom
Bandung -

Staf khusus Presiden Joko Widodo, Putri Tanjung bertemu dengan pelaku startup di Bandung. Putri terkesan dengan karya-karya nyata startup di Bandung.

Pertemuan Putri dengan para pegiat start up tersebut dilakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Juanda, Kota Bandung pada Sabtu (12/6/2021). Putri tidak sendiri, dia didampingi juga oleh Menteri Koperasi dan UMKM (Menkop UKM) Teten Masduki.

Ada 12 founder start up Bandung yang hadir. Mereka menjelaskan macam-macam start up-nya. Beragam jenis start up dimiliki oleh ke-12 founder itu.

"Sangat luar biasa aku tiga hari di sini bertemu pelaku start up, industri kreatif seneng banget dapat energinya. Tapi yang paling penting melihat spirit mereka dan yang paling seneng inovasi-inovasinya sangat luar biasa semua. Start up (di Bandung) menyelesaikan sebuah masalah yang sangat potensial. Jadi aku sangat seneng banget semoga kita bisa langsung berkolaborasi juga jadi ada karyanya bareng-bareng," ujar Putri Tanjung.

Putri menilai keberadaan start up anak-anak Bandung mampu bersaing dengan start up lain terlebih start up rintisan luar negeri. Asalkan, kata dia, para pelaku start up bisa konsisten dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

"Yang pasti harus bisa menjadi evolving leader. Dalam arti kita harus bisa menjadi leader yang bisa beradaptasi. Jadi selain kita tahu pasar maunya apa, needs dan demand selalu berubah yang kita harus selalu berkembang, inovasi juga," tutur Putri Tanjung.

"Terus founder harus punya enterpreneurship mindset. Dalam arti bisnis modelnya harus dilihat lagi, dikaji ulang jadi itu yang paling penting era sekarang adaptive atau agility sebuah founders atau start up," sambungnya

Sementara itu, Menkop UKM Teten Masduki juga terkesan dengan start up hasil anak muda Bandung. Bahkan dia langsung menantang para pelaku start up Bandung untuk bisa melahirkan kewirausahaan.

"Tadi saya langsung mengajak menantang mereka. Pemerintah punya agenda pertama untuk menaikkan jumlah kewirausahaan . Saat ini dari 64 juta pelaku UMKM, itu yang masuk dalam kategori kewirausahaan itu cuma 3,47 persen, terendah dibandingkan negara tetangga. Kalau dari segi ide tadi luar biasa. Persoalannya bagaimana mereka tidak mengalami stagnasi tapi ada scaling up, naik kelas. Ekosistem pemerintah sudah bangun untuk mengakses pembiayaan, market perizinan dan sebagainya," terang Teten.

(hns/hns)