Biaya Sekolah Makin Mahal, Kapan Waktu Tepat Buat Nabung?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 13 Jun 2021 21:17 WIB
Ilustrasi Uang Sekolah
Foto: Ilustrasi Uang Sekolah (Tim Infografis: Zaki Alfarabi & Mindra Purnomo)
Jakarta -

Pemerintah berencana mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk jasa pendidikan. Jika terealiasi, maka hal itu membuat biaya pendidikan makin mahal.

Hal itu tentu menjadi perhatian bagi para orang tua. Mereka pun harus menabung untuk mengumpulkan dana pendidikan yang kemungkinan semakin mahal itu.

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan, menabung untuk anak sekolah harus dimulai sedini mungkin. Bahkan, sejak anak itu lahir. Apalagi, jika orang tua bercita-cita agar ingin anaknya meraih profesi tertentu dengan biaya sekolah yang tinggi seperti dokter, pilot dan lain-lain.

"Kalau bicara tentang idealnya, sejak si anak ini lahir sebaiknya orang tua sudah mulai mempersiapkan untuk biaya pendidikannya," katanya kepada detikcom, Minggu (13/6/2021).

Cara menabungnya pun beragam. Ada yang memakai produk bank yakni dengan cara ditarik secara otomatis dari penghasilan orang tua hingga produk asuransi pendidikan.

Memang, menurutnya, sulit untuk menentukan porsi ideal pendapatan yang digunakan untuk biaya pendidikan. Sebab, itu tergantung dari lama atau durasi tabungan itu akan digunakan.

"Kalau bicara ideal susah lah ya, untuk menentukan idealnya berapa, mungkin perkiraan saya 10% lah. Misalnya memang waktunya maih cukup lama, 10 tahun-15 tahun yang akan datang diperlukannya dengan 10%-15% per bulan menurut saya sudah cukup banget untuk orang tua menyisihkan nabung untuk anaknya sekolah ini nanti," katanya.

"Yang repot itu justru kalau sekarang sudah SMP atau SMA terus kemudian orangtuanya ngeh 'Oh ya anak saya bentar lagi 4-3 tahun lagi masuk kuliah, kira-kira butuh duit berapa, dana berapa ya?' Berarti kan dengan waktu makin sempit, berarti orang tua menyisihkannya makin banyak. Entah itu menambah income makin besar atau menyisihkannya makin banyak," sambungnya.

Meski demikian, menurutnya yang terpenting ialah menyiapkan tabungan untuk anak kuliah. Dia bilang, biaya kuliah memang diperlukan dalam tempo yang lama namun memerlukan biaya besar. Di sisi lain, produktivitas orangtua semakin lama semakin berkurang.

"Karena kemungkinan saat anak masuk TK, SD, SMP sampai dengan SMA orang tua masih dibilang masih produktif masih bisa bekerja. Istilah kata mau jungkir balik demi anaknya bisa masuk sekolah orang tua masih bisa lakuin," ujarnya.

"Tapi ketika anaknya masuk kuliah kemungkinan orangtua usianya sudah cukup senior. Artinya kemampuan menurun dan berarti sebenarnya di saat itulah dan biaya masuk pendidikan lebih tinggi dibanding sebelum-sebelumnya, sehingga saat itulah uang tabungan ini berguna banget," paparnya.

(acd/dna)